Netanyahu Ancam Mojtaba Khamenei Tak Lama setelah Pemimpin Tertinggi Iran Keluarkan Pesan Pertamanya
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, serta Hezbollah
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, serta Hezbollah
- Presiden AS Donald Trump membuka opsi pembunuhan Mojtaba Khamenei jika menolak tuntutan penghentian program nuklir, dengan kemungkinan operasi dipimpin Israel.
- Mojtaba Khamenei merilis pidato pertamanya melalui televisi, menyerukan perlawanan militer berkelanjutan, penggunaan Selat Hormuz sebagai tekanan, dan dukungan “Poros Perlawanan.”
TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan ancaman terselubung untuk membunuh pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, Jumat (13/3/2026).
Mengutip The Guardian, Netanyahu mengatakan bahwa Iran tidak lagi sama setelah hampir dua minggu pemboman oleh Amerika Serikat dan Israel.
Pemimpin Israel itu juga bersumpah akan terus menyerang kelompok Hezbollah.
Saat ditanya mengenai tindakan apa yang mungkin diambil Israel terhadap ayatollah baru Iran, Mojtaba Khamenei, dan pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, Netanyahu mengatakan:
"Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk pemimpin organisasi mana pun. Saya tidak bermaksud memberikan pesan yang tepat di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan."
Netanyahu menambahkan bahwa ia dan Donald Trump berbicara setiap hari secara bebas.
Donald Trump Buka Opsi Habisi Pemimpin Tertinggi Iran Jika Ia Tidak Kooperatif
Dilaporkan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan mendukung pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, jika ia tidak bekerja sama dengan tuntutan Amerika Serikat, menurut laporan Wall Street Journal pada 9 Maret 2026.
Tuntutan tersebut sebagian besar mencakup penghentian program senjata nuklir Iran.
Trump disebut siap melenyapkan pemimpin yang baru diangkat itu jika ia menolak tuntutan tersebut.
Para pejabat AS mengatakan operasi tersebut kemungkinan akan dipimpin oleh pasukan Israel, mirip dengan operasi yang menewaskan ayah Mojtaba, Ali Khamenei, pada 28 Februari lalu.
Trump juga telah menyatakan ketidaksetujuannya setelah Iran memilih putra kedua Ali Khamenei sebagai pemimpin baru.
Ia mengatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, tidak akan dapat hidup dalam damai.
Baca juga: Perang Iran Meluas ke Lebanon, Israel Bombardir Basis Hizbullah di Selatan Beirut
Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Selasa (10/3/2026), Trump mengatakan bahwa ia tidak senang dengan pilihan pemimpin Iran tersebut.
“Saya tidak percaya dia bisa hidup damai,” kata Trump.
Sebelum pengangkatan Mojtaba Khamenei, Trump juga bersikeras bahwa Amerika Serikat harus memiliki suara dalam menentukan pemimpin Iran berikutnya, serupa dengan keterlibatan AS di Venezuela di masa lalu.
Baca tanpa iklan