Mojtaba Khamenei Bersumpah Blokir Selat Hormuz, Serukan Penutupan Pangkalan AS di Timur Tengah
Mojtaba Khamenei bersumpah blokir Selat Hormuz, serukan penutupan pangkalan AS di Teluk. Ketegangan perang Iran-AS-Israel memicu lonjakan harga minyak
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Mojtaba Khamenei menegaskan Iran akan tetap memblokir Selat Hormuz dan menyerukan negara-negara Teluk menutup pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka.
- Mojtaba belum tampil di publik sejak dilantik dan dilaporkan terluka dalam serangan awal perang Iran melawan AS dan Israel.
- Ketegangan dan rencana blokade memicu lonjakan harga minyak dunia; Brent Crude naik ke sekitar US$110 per barel dan West Texas Intermediate mendekati US$94 per barel.
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan keras terkait perang yang sedang berlangsung antara Iran, AS dan Israel.
Pidato itu disiarkan televisi pemerintah pada Kamis (12/3/2026) dalam bentuk teks yang dibacakan.
Dalam pernyataan resmi itu, Mojtaba menegaskan bahwa negaranya akan tetap memblokir jalur pelayaran strategis Selat Hormuz sebagai bagian dari strategi menghadapi tekanan militer Barat.
Mojtaba Khamenei juga menyatakan Iran tidak akan mundur dari konflik dan akan menggunakan semua instrumen strategis yang dimiliki, termasuk jalur energi internasional, untuk menekan lawan.
Ia menegaskan bahwa Iran perlu menutup Selat Hormuz dan melanjutkan serangan terhadap kepentingan negara-negara Arab di kawasan Teluk sebagai bagian dari strategi tawar-menawar geopolitik.
Selain itu, Mojtaba juga menyerukan masyarakat dan pemerintah di negara-negara Teluk agar menutup pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah mereka.
Menurutnya, janji perlindungan keamanan dari Amerika Serikat hanyalah propaganda politik.
“Saya merekomendasikan agar pangkalan-pangkalan itu ditutup sesegera mungkin. Klaim Amerika tentang membangun keamanan dan perdamaian tidak lebih dari sebuah kebohongan,” kata Mojtaba sebagaimana dikutip dari Al Arabiya.
Mojtaba Diduga Terluka dalam Serangan Awal
Meski mengeluarkan pernyataan keras, Mojtaba Khamenei belum tampil secara langsung di hadapan publik sejak dilantik sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Ahad lalu.
Menurut laporan televisi pemerintah Iran, pria berusia 56 tahun itu mengalami luka dalam fase awal perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sementara itu, intelijen Israel menyebut serangan pembuka perang juga menewaskan sejumlah anggota keluarganya, termasuk istrinya, seorang saudara perempuan, keponakannya, serta ayahnya, yaitu pemimpin tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei.
Baca juga: Netanyahu Ancam Mojtaba Khamenei Tak Lama setelah Pemimpin Tertinggi Iran Keluarkan Pesan Pertamanya
Namun pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa Mojtaba dalam kondisi stabil dan masih menjalankan tugas kepemimpinannya.
Efek Blokade Kerek Harga Minyak
Lebih lanjut, harga minyak dunia kembali melonjak tajam setelah ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat menyusul keputusan pemerintah Iran memerintahkan pasukan elitnya, Islamic Revolutionary Guard Corps, untuk menutup jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran global karena selat ini merupakan jalur utama pengiriman energi dunia.
Berdasarkan data pasar energi Refinitiv, harga minyak mentah jenis Brent Crude pada Kamis (12/3/2026) pukul 11.31 WIB tercatat berada di level 110,02 dolar AS per barel atau melonjak sekitar 8,7 persen dalam satu sesi perdagangan.
Baca tanpa iklan