Timur Tengah Memanas, Australia Tarik Staf dari Israel-UEA usai Ancaman Mojtaba Khamenei
Australia tarik staf diplomatik dari Israel dan UEA setelah ancaman balas dendam Mojtaba Khamenei. Ketegangan Timur Tengah kian memanas.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
“Kita akan membalas darah para martir kita,” tambah Khamenei.
Ia menyatakan bahwa sebagian dari pembalasan tersebut telah mulai terlihat, namun menegaskan bahwa Iran akan terus mengejar balasan hingga tuntutan tersebut terpenuhi sepenuhnya.
Pernyataan tersebut semakin memperbesar kekhawatiran negara-negara Barat mengenai potensi eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Ancaman pembalasan dari Iran dinilai dapat memicu serangan lanjutan yang berpotensi melibatkan lebih banyak negara di kawasan.
Efek Blokade Kerek Harga Minyak
Lebih lanjut, harga minyak dunia kembali melonjak tajam setelah ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat menyusul keputusan pemerintah Iran memerintahkan pasukan elitnya, Islamic Revolutionary Guard Corps, untuk menutup jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran global karena selat ini merupakan jalur utama pengiriman energi dunia.
Berdasarkan data pasar energi Refinitiv, harga minyak mentah jenis Brent Crude pada Kamis (12/3/2026) pukul 11.31 WIB tercatat berada di level 110,02 dolar AS per barel atau melonjak sekitar 8,7 persen dalam satu sesi perdagangan.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 94,21 dolar AS per barel, atau naik sekitar 8 persen.
Lonjakan tersebut memperpanjang tren kenaikan harga minyak dalam beberapa hari terakhir.
Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga Brent tercatat telah naik sekitar 4,7 persen, sedangkan WTI meningkat sekitar 4,6 persen.
Kenaikan beruntun ini menunjukkan kekhawatiran pasar energi terhadap potensi gangguan pasokan minyak global yang semakin serius.
Baca tanpa iklan