Menteri Keuangan AS Linglung Usai Dipanggil Mendadak Donald Trump
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent terpaksa menghentikan sementara wawancara langsung di televisi.
Penulis:
Hasanudin Aco
“Tetapi jika diizinkan, saya ingin melanjutkan dari tempat kita tadi.”
Sepanjang wawancara, suara Bessent bergetar.
Terlebih lagi, pria berusia 63 tahun itu bersikap mengelak tentang situasi di Iran selama sisa wawancara.
Scott Bessent, yang merupakan orang gay pertama yang memimpin Departemen Keuangan AS, memiliki dua anak – Cole dan Caroline – yang lahir melalui ibu pengganti, bersama suaminya, John Freeman.
Anggaran AS Mulai Jebol?
Perang Iran dengan Israel yang dibantu AS telah berjalan hampir dua minggu lamanya.
Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap kondisi fiskal AS.
Meningkatnya biaya operasi militer serta berbagai pengeluaran negara membuat anggaran pemerintah federal mengalami tekanan yang signifikan.
Di tengah situasi tersebut, pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan harus menambah utang negara dalam jumlah sangat besar.
Selama lima bulan pertama tahun fiskal 2026, pemerintah Amerika Serikat tercatat meminjam sekitar 1 triliun dolar AS atau setara Rp 16,9 kuadriliun.
Data tersebut diungkap dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Congressional Budget Office (CBO), lembaga independen yang memantau kondisi anggaran pemerintah Amerika Serikat.
Dalam laporan yang dikutip dari Fortune menunjukkan bahwa defisit anggaran federal terus meningkat sejak dimulainya tahun fiskal 2026 pada Oktober 2025.
Sementara laporan anggaran bulanan yang diperbarui hingga Februari 2026, CBO memperkirakan pemerintah bahkan menambah pinjaman sekitar 308 miliar dolar AS hanya dalam satu bulan terakhir.
Lonjakan utang ini mencerminkan tekanan besar terhadap keuangan negara di tengah meningkatnya pengeluaran pemerintah dan ketidakpastian ekonomi akibat konflik geopolitik yang terus berlangsung.
Habiskan Rp 187 Triliun 6 Hari Perang Melawan Iran
Laporan The Guardian dikutip pada Jumat (13/3/3026), AS menghabiskan lebih dari 11,3 miliar dolar AS (Rp 167 triliun) hanya dalam enam hari pertama perang melawan Iran.
Perang dengan Iran dimulai 28 Februari 2026 lalu.
Baca tanpa iklan