Komandan Angkatan Udara IRGC: Malam Ini, Langit Musuh akan Jadi Tontonan Menakjubkan
Brigadir Jenderal Majid Mousavi mengumumkan akan melakukan serangan ke musuh-musuh Iran pada Rabu (18/3/2026).
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Komandan IRGC Majid Mousavi mengumumkan Iran akan melancarkan serangan balasan terhadap musuh pada 18 Maret 2026.
- Pernyataan ini muncul di tengah konflik dengan AS dan Israel serta aksi dukungan besar dari rakyat Iran.
- Sebelumnya, pasukan AS juga menyerang situs rudal Iran di sekitar Selat Hormuz, memperparah eskalasi konflik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Brigadir Jenderal Majid Mousavi mengumumkan akan melakukan serangan ke musuh-musuh Iran pada Rabu (18/3/2026).
Dalam pesan yang ditujukan kepada bangsa Iran pada Rabu (18/3/2026) itu, Mousavi mengatakan langit musuh akan menjadi tontonan yang menakjubkan.
"Malam ini, langit musuh akan menjadi tontonan yang lebih besar bagi Anda," tulis Mousavi dilansir dari Press TV pada Rabu (18/3/2026).
Ia mengatakan peningkatan serangan balasan itu akan dilakukan dalam rangka menjawab tuntutan bangsa Iran agar IRGC memberikan pukulan lebih keras kepada musuh sebagai balasan atas kekejaman mereka terhadap bangsa Iran.
Mousavi menutup pesan itu dengan menegaskan bahwa musuh-musuh itu tidak mampu mengalahkan Iran.
Pernyataan itu disampaikan Mousavi di saat demonstrasi mendukung pemerintah Iran di tengah perang dengan AS-Israel yang dilaporkan diikuti jutaan orang berlangsung.
Di sisi lain, Komando Sentral Amerika Serikat atau US Central Command (CENTCOM) lewat unggahan di akun X-nya pada Rabu (18/3/2026) menyatakan pasukan AS telah menyerang situs-situs rudal Iran yang diperkuat di sepanjang garis pantai Iran dekat selat Hormuz.
CENTCOM menyatakan melakukannya menggunakan beberapa bom seberat sekira 2,5 ton (5 ribu pon).
"Beberapa jam lalu, pasukan AS berhasil menggunakan beberapa amunisi penembus dalam (deep penetrator) seberat 5.000 pon terhadap situs-situs rudal Iran yang diperkuat di sepanjang garis pantai Iran dekat Selat Hormuz," tulis CENTCOM.
"Rudal jelajah anti-kapal Iran di situs-situs ini menimbulkan risiko bagi pelayaran internasional di selat tersebut," lanjut CENTCOM.
Baca juga: Kota Rudal Bawah Tanah Iran di Pulau Qeshm Terungkap, Dunia Khawatir Jalur Energi Lumpuh
Sebagai catatan, militer AS dan Israel melakukan serangan ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan udara itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah jenderal top Iran.
Militer Iran lalu melakukan rangkaian serangan balasan yang menyasar wilayah pendudukan Israel serta aset-aset militer AS di negara-negara sekitarnya hingga saat ini.