UEA Gagal Seret Arab Saudi dan Qatar Serang Iran, Koalisi Teluk Mulai Pecah
UEA gagal seret Arab Saudi dan Qatar serang Iran. Koalisi Teluk mulai retak saat konflik Timur Tengah makin panas dan ancaman perang meluas.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- UEA gagal mengajak Arab Saudi dan Qatar ikut menyerang Iran setelah kedua negara Teluk memilih tidak terlibat dalam operasi militer terbuka terhadap Teheran.
- Riyadh mendukung jalur mediasi untuk meredakan konflik, sementara UEA mendorong tekanan militer lebih keras terhadap Iran dan disebut menyerang fasilitas energi Teheran.
- Perbedaan sikap menghadapi Iran memunculkan tanda-tanda perpecahan di antara negara-negara GCC, sementara hubungan UEA dan Israel justru semakin erat di tengah konflik.
TRIBUNNEWS.COM - Upaya Uni Emirat Arab (UEA) membangun koalisi militer bersama negara-negara Teluk untuk menghadapi Iran dilaporkan mengalami kegagalan setelah Arab Saudi dan Qatar menolak terlibat dalam serangan terbuka terhadap Teheran.
Situasi tersebut memunculkan tanda-tanda retaknya solidaritas negara-negara Teluk di tengah konflik Timur Tengah yang semakin memanas pasca-serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Laporan Bloomberg menyebut Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin Teluk, termasuk Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, beberapa saat setelah perang pecah.
Dalam pembicaraan tersebut, Abu Dhabi disebut mendorong pembentukan respons militer gabungan untuk menghadapi serangan balasan Iran yang mulai mengguncang kawasan Teluk.
Namun ajakan itu tidak mendapat dukungan penuh dari negara-negara tetangga.
Arab Saudi, Qatar, dan beberapa negara Teluk lainnya memilih tidak terlibat langsung dalam operasi serangan bersama terhadap Iran.
Penolakan tersebut disebut membuat UEA kecewa sekaligus memperlihatkan mulai munculnya perbedaan sikap serius di antara negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Arab Saudi Pilih Diplomasi, UEA Ambil Jalur Lebih Agresif
Meski sama-sama memiliki ketegangan panjang dengan Iran, Arab Saudi dan UEA ternyata mengambil pendekatan berbeda dalam menghadapi konflik terbaru di kawasan.
Arab Saudi dilaporkan tetap melakukan serangan terbatas terhadap Iran, namun dengan langkah yang jauh lebih hati-hati dan terukur.
Riyadh juga bergerak cepat mendukung jalur mediasi yang dipimpin Pakistan untuk mencegah perang meluas menjadi konflik regional besar.
Sebaliknya, UEA disebut mengambil langkah lebih agresif dengan mendukung tekanan militer terhadap Teheran.
Baca juga: 5 Populer Internasional: Kontroversi Kunjungan Netanyahu ke UEA - Sosok Pebisnis China Zhou Qunfei
Middle East Eye bahkan menyebut UEA menyerang sejumlah fasilitas energi Iran sebagai bagian dari respons balasan selama konflik berlangsung.
Perbedaan pendekatan tersebut dinilai memperlihatkan bahwa negara-negara Teluk kini tidak lagi memiliki strategi yang sepenuhnya sama dalam menghadapi Iran.
UEA Dinilai Lebih Rentan terhadap Ancaman Iran
Para analis menilai posisi UEA jauh lebih rentan dibanding Arab Saudi apabila konflik dengan Iran terus meningkat.
Arab Saudi masih memiliki jalur pipa minyak Timur-Barat yang memungkinkan ekspor energi tetap berjalan melalui Laut Merah jika Selat Hormuz terganggu.