Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

PBB Kecam Serangan Iran ke Negara Teluk, Pengamat: Sangat Superfisial

DK PBB resmi mengesahkan resolusi yang menuntut Iran segera menghentikan serangan terhadap negara-negara di kawasan Teluk.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • DK PBB resmi mengesahkan resolusi yang menuntut Iran segera menghentikan serangan terhadap negara-negara di kawasan Teluk.
  • Pakar Timur Tengah Yon Machmudi menilai sikap PBB yang lebih mengedepankan kecaman terhadap Iran sangat superfisial atau dangkal.
  • Seharusnya resolusi itu tidak disahkan oleh PBB karena yang pertama kali memulai peperangan adalah Amerika Serikat (AS) dan Israel, bukan Iran.

TRIBUNNEWS.COM - Dewan Keamanan (DK) PBB resmi mengesahkan resolusi yang mengecam serangan Iran terhadap negara-negara di kawasan Teluk, Rabu (11/3/2026). 

Dalam poin utamanya, DK PBB juga menuntut Iran menghentikan semua serangan terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania. 

Pakar Timur Tengah Yon Machmudi menilai sikap PBB yang lebih mengedepankan kecaman terhadap Iran sangat superfisial atau dangkal.

"Sikap dari PBB kemudian lebih mengedepankan pada kecaman Iran yang telah menyerang wilayah negara Arab, saya kira itu kan sangat superfisial di dalam melihat konflik yang ada di kawasan sehingga tidak mencerminkan sebuah keadilan secara global berkaitan dengan perang yang sebenarnya terjadi," ungkapnya dalam program On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews, Rabu (18/3/2026).

Seharusnya resolusi itu tidak disahkan oleh PBB karena yang pertama kali memulai peperangan adalah Amerika Serikat (AS) dan Israel, bukan Iran.

"Dewan Keamanan PBB seharusnya fokus pada aspek ya, siapa yang melakukan peperangan pertama kali," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, serangan Iran ke negara-negara di Kawasan Teluk bisa dihindari jika negosiasi antara negara yang berkonflik itu bisa terlaksana.

Menurut Yon, resolusi dari DK PBB justru tak menciptakan perdamaian, tetapi malah memicu eskalasi perang.

"Padahal Dewan Keamanan PBB kan harus bisa memberikan solusi ya, bukan malah menambah permasalahan itu menjadi semakin melebar," ungkapnya.

Resolusi DK PBB

Sebelumnya, resolusi itu disetujui dengan 13 dari 15 anggota dewan memberikan suara mendukung.

Tidak ada negara yang menolak, sementara dua anggota tetap yakni China dan Rusia memilih abstain.

Baca juga: Trump Sebut AS dan Qatar Tak Dilibatkan Israel di Serangan Ladang Gas Iran

Resolusi yang diajukan oleh negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) itu juga mendapat dukungan luas dari komunitas internasional.

Tercatat sebanyak 135 negara anggota PBB ikut menjadi sponsor bersama rancangan tersebut.

Dokumen resolusi mengutuk keras serangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran terhadap negara-negara Teluk.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas