Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gaza Lebaran dalam Bayang-Bayang Duka, Salat Ied Digelar di Tengah Reruntuhan

Lebaran di Gaza penuh duka. Salat Ied digelar di tengah reruntuhan, krisis makin parah, jutaan warga mengungsi di tengah keterbatasan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Ratusan warga di Gaza Strip tetap melaksanakan Idul Fitri di ruang terbuka karena banyak masjid hancur, sebagai simbol keteguhan di tengah krisis.
  • Pembatasan Israel memperketat akses bantuan, memicu kelangkaan kebutuhan pokok, sementara lebih dari 1.100 masjid rusak dan ribuan korban masih hilang.
  • Hampir dua juta warga mengungsi ke Rafah sejak konflik, namun tetap mempertahankan tradisi Lebaran di tengah keterbatasan, termasuk kisah warga yang tetap membuat kue dengan peralatan seadanya.

TRIBUNNEWS.COM - Perayaan Idul Fitri di Gaza Strip tahun ini berlangsung dalam suasana yang jauh dari kata normal.

Di tengah kehancuran akibat konflik berkepanjangan dan pembatasan ketat dari Israel, ratusan warga tetap melaksanakan salat Ied sebagai simbol keteguhan dan harapan.

Mengutip laporan kantor berita WAFA, ratusan warga Gaza menggelar salat Idul Fitri di Kota Hamad yang berada di utara Khan Younis.

Salat dilakukan di ruang terbuka karena banyak masjid hancur atau tidak dapat digunakan akibat serangan yang terus berlangsung.

Kondisi di lapangan menunjukkan situasi kemanusiaan yang memprihatinkan. Jamaah terlihat beribadah di antara reruntuhan bangunan dengan fasilitas yang sangat terbatas.

Meski demikian, mereka tetap menjalankan tradisi keagamaan sebagai bentuk ketahanan spiritual di tengah tekanan yang berat.

Pembatasan Israel Kian Diperketat

Rekomendasi Untuk Anda

Situasi semakin memburuk setelah Israel memanfaatkan momentum konflik regional, termasuk ketegangan dengan Iran, untuk memperketat kontrol di Gaza.

Pembatasan terhadap arus barang dan bantuan kemanusiaan dilaporkan semakin ketat, menyebabkan lonjakan harga kebutuhan pokok dan kelangkaan komoditas penting.

Kondisi ini berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga. Akses terhadap makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya menjadi semakin sulit, memperparah krisis yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Dampak konflik juga terlihat dari hancurnya fasilitas umum, termasuk tempat ibadah.

Baca juga: Bertahan di Tengah Reruntuhan, Warga Gaza Sambut Idul Fitri dengan Tradisi Sederhana

Lebih dari 1.100 masjid dari total sekitar 1.240 masjid di Gaza dilaporkan rusak berat atau hancur total.

Hal ini memaksa warga untuk melaksanakan ibadah di ruang terbuka, termasuk saat perayaan Idul Fitri.

Selain itu, sekitar 10.000 orang dilaporkan hilang dan diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Proses pencarian terus dilakukan, meski terkendala keterbatasan alat dan kondisi keamanan.

Eksodus Besar-Besaran ke Rafah

Agresi yang terus berlanjut juga memicu gelombang pengungsian besar. Hampir dua juta warga Gaza terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas