Momen Langka, Rusa Jinak Tersesat hingga ke Tengah Kota Osaka
Rusa liar muncul di pusat Osaka, diduga dari Taman Nara. Warga diimbau tidak mendekat meski hewan itu terlihat jinak
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Seekor rusa jantan muda muncul di pusat kota Osaka dan menarik perhatian warga
- Kemunculannya di dekat Distrik Miyakojima memicu dugaan berasal dari Taman Nara, meski belum dapat dipastikan
- Otoritas setempat tidak akan menangkap rusa karena tidak berbahaya, namun warga diimbau tidak mendekat atau memberi makan
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG - Seekor rusa jantan muda muncul di kawasan pusat kota Osaka pada Minggu, menarik perhatian warga yang penasaran dan mengabadikan momen langka tersebut.
Kemunculan rusa di Distrik Miyakojima, sekitar 2,5 kilometer dari Stasiun JR Osaka, memicu dugaan hewan itu kemungkinan dari Taman Nara, sebuah destinasi wisata populer yang dikenal dengan populasi lebih dari seribu rusa liar.
Taman Nara sendiri, yang mencatat rekor 1.465 rusa liar tahun lalu, berada puluhan kilometer dari Osaka.
Dalam beberapa waktu terakhir, penampakan rusa juga dilaporkan di sejumlah wilayah seperti Higashiosaka yang berbatasan dengan Prefektur Nara.
Rusa tersebut terlihat berada di taman tepi sungai dan tampak cukup terbiasa dengan kehadiran manusia.
Ia terlihat merumput dengan tenang bahkan berbaring, sementara warga sekitar menyaksikan dengan rasa takjub.
Baca juga: Anonim Sumbangkan Emas Batangan Senilai Rp56 Miliar ke Dinas Air Osaka Jepang
“Saya sudah tinggal di sini lebih dari 30 tahun, tapi baru kali ini melihat kejadian seperti ini,” ujar seorang warga setempat berusia 69 tahun.
Pemerintah kota menyatakan tidak berencana menangkap rusa tersebut karena tidak menunjukkan perilaku berbahaya.
Namun, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati atau memberi makan hewan itu.
Sementara itu, kelompok pelestari rusa dari Taman Nara menyebut belum bisa dipastikan apakah rusa tersebut benar-benar berasal dari sana.
Meski demikian, mereka menjelaskan bahwa rusa jantan muda memang berpotensi keluar dari kelompoknya, terutama setelah kalah dalam perebutan wilayah. (Japan Today)
Baca tanpa iklan