Perang Iran Hari ke-24: Rudal dan Drone Mengarah ke Negara Teluk, Lebanon-Irak Ikut Tanggung Dampak
Perang Iran hari ke-24 memanas usai ultimatum Trump soal Hormuz memicu ancaman serangan energi di kawasan Teluk.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memasuki hari ke-24 pada Senin (23/3/2026).
- Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam menjelang berakhirnya ultimatum Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
- Ketegangan perang juga merembet ke negara-negara Teluk.
TRIBUNNEWS.COM - Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memasuki hari ke-24 pada Senin (23/3/2026).
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam menjelang berakhirnya ultimatum Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Al Jazeera melaporkan, Iran mengancam akan menyerang sistem energi dan air negara-negara tetangga di Teluk jika Trump benar-benar menindaklanjuti ancamannya untuk menyerang jaringan listrik Iran.
Ancaman itu menandai eskalasi serius karena konflik mulai menyentuh infrastruktur vital di kawasan.
Tenggat waktu 48 jam yang diberikan Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listrik berakhir pada Senin (23/3/2026) pukul 23.44 GMT atau Selasa dini hari waktu Iran.
Situasi ini membuat kawasan berada dalam status siaga tinggi.
Dampak perang juga langsung mengguncang ekonomi global.
Al Jazeera melaporkan, pasar saham China dan Hong Kong pada Senin bergerak menuju penurunan terburuk dalam hampir setahun.
Pemicunya adalah meningkatnya konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran stagflasi dan menekan sentimen investor.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga dilaporkan menyerukan pertemuan darurat untuk membahas dampak ekonomi dari perang yang terus meluas.
Baca juga: Pasar Saham Asia Rontok, Ultimatum Trump ke Iran dan Ancaman Selat Hormuz Guncang Investor
Serangan di Iran Makin Intens
- Di dalam negeri Iran, Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengancam akan membalas jika pembangkit listrik negaranya diserang.
- Sasaran balasan yang disebut antara lain pembangkit listrik di Israel serta fasilitas listrik yang memasok pangkalan militer AS di kawasan.
- Militer Israel menyatakan telah meluncurkan gelombang serangan besar-besaran yang menyasar infrastruktur di Teheran.
- Ledakan dahsyat dilaporkan terjadi di wilayah tengah, selatan, dan timur ibu kota Iran.
- Rekaman video yang diverifikasi Al Jazeera juga memperlihatkan kobaran api dan asap tebal membumbung di atas Karaj, wilayah barat Teheran, usai serangan udara.
- Sementara itu, kantor berita Mehr melaporkan satu orang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap pemancar AM 100 kilowatt milik stasiun radio Islamic Republic of Iran Broadcasting di Bandar Abbas.
- Di wilayah lain, Nour News melaporkan serangan udara meratakan sejumlah bangunan perumahan di Urmia, barat laut Iran.
- Tim penyelamat masih melakukan pencarian korban yang diduga tertimbun reruntuhan.
- Komando Pusat AS atau CENTCOM, melalui unggahan di X, mengatakan pihaknya juga menargetkan lokasi produksi mesin turbin di Provinsi Qom.
- Menurut mereka, fasilitas itu digunakan untuk membuat komponen drone dan pesawat yang terkait dengan IRGC.
Ancaman Meluas ke Negara-Negara Teluk
Ketegangan perang juga merembet ke negara-negara Teluk.
- Di Arab Saudi, kementerian pertahanan menyebut dua rudal balistik ditembakkan ke arah Riyadh.
- Satu rudal berhasil dicegat, sedangkan satu lainnya jatuh di wilayah tak berpenghuni.
- Juru bicara IRGC mengklaim serangan itu menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan.
- Di Uni Emirat Arab, Kantor Media Abu Dhabi menyebut seorang warga negara India mengalami luka ringan akibat reruntuhan di kawasan al-Shawamekh.
- Insiden itu terjadi setelah sistem pertahanan udara mencegat rudal balistik yang mengarah ke ibu kota.
- UEA kemudian menyatakan sedang menanggapi ancaman rudal yang datang dari Iran.
- Di Bahrain, seorang juru bicara IRGC mengatakan pasukannya menyerang Armada Kelima AS menggunakan rudal dan drone.
- Sementara di Kuwait, kantor berita KUNA melaporkan otoritas penerbangan sipil mengajukan protes resmi ke Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO.
- Protes itu terkait dugaan pelanggaran wilayah udara dan serangan terhadap fasilitas bandara oleh Iran.
- Di Qatar, Kementerian Pertahanan mengumumkan tujuh orang tewas dalam kecelakaan helikopter pada 22 Maret di perairan teritorial negara itu. Insiden tersebut disebut dipicu kerusakan teknis saat menjalankan tugas rutin.
- Empat korban merupakan personel militer Qatar, sementara tiga lainnya berasal dari Turki.
Tekanan Politik di AS dan Korban di Israel
Di Amerika Serikat, tekanan politik terhadap operasi militer ke Iran mulai menguat.
- Pemimpin minoritas Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, menyerukan penghentian operasi militer AS terhadap Iran melalui unggahan di X.
- Senator Tim Kaine dari Virginia juga mengkritik keras kebijakan Trump.
- Dalam unggahannya di X, ia menuduh Trump sedang membawa putra-putri Amerika ke medan perang.
- Sementara di Israel, sirene peringatan berbunyi di sekitar Yerusalem dan wilayah tengah negara itu.
- Laporan ledakan juga bermunculan dari sejumlah titik.
Baca juga: Feni Rose Sempat Tertahan di Dubai Imbas Konflik Iran-AS saat Akan Kunjungi Putrinya di Inggris
- Korban akibat serangan Iran pada Sabtu (21/3/2026) di Dimona dan Arad terus bertambah.
- Al Jazeera melaporkan sedikitnya 180 orang terluka dalamerangan tersebut.
- Dimona diketahui berada dekat fasilitas nuklir utama Israel.
Korban Bertambah di Lebanon dan Irak
Di luar Iran dan Israel, dampak perang juga terasa di Lebanon dan Irak.
- Pihak berwenang Lebanon mencatat sedikitnya 1.029 orang tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret.
- Organisasi Kesehatan Dunia dan otoritas kesehatan Lebanon menyebut lebih dari 100 korban tewas merupakan anak-anak.
- Sementara itu di Irak, sedikitnya 60 orang dilaporkan tewas sejauh ini.
- Sebagian besar korban disebut merupakan anggota Pasukan Mobilisasi Populer pro-Iran.
- Seorang awak kapal asing juga dilaporkan tewas dalam serangan terhadap kapal tanker di dekat pelabuhan Irak, menurut pejabat keamanan pelabuhan.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan