Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Ngaku Tak Puas dengan Proposal Baru dari Iran, Sebut Teheran Kacau

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengaku tidak puas dengan proposal baru yang diajukan oleh Iran. Sebut pemerintah Iran kacau.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Proposal perdamaian baru yang diajukan oleh Iran membuat Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tidak puas.
  • Menurut Trump, meski Iran memang ingin berdamai dengan AS, namun ia merasa tak puas dengan apa yang mereka tuntut.
  • Meski rincian proposal tersebut tidak dibuka sepenuhnya ke publik, poin krusial yang menjadi batu sandungan diyakini adalah masalah Selat Hormuz dan program nuklir Iran.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump secara tegas menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal perdamaian terbaru yang diajukan oleh Iran, Jumat (1/5/2026).

Dalam pernyataannya, Trump mengaku Iran memang ingin berdamai dengan AS.

Namun, ia merasa tak puas dengan apa yang diajukan oleh Iran.

"Mereka memang ingin berdamai, tapi saya tidak puas dengan tawaran tersebut."

"Kita lihat saja nanti," ujar Trump, menurut laporan Axios.

Meski rincian proposal tersebut tidak dibuka sepenuhnya ke publik, poin krusial yang menjadi batu sandungan diyakini adalah masalah Selat Hormuz dan program nuklir Iran.

Rekomendasi Untuk Anda

Laporan dari Axios menyebutkan bahwa Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat AS mencabut blokade total terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka.

Namun, Teheran bersikeras menunda pembicaraan mengenai program nuklir di tahap akhir negosiasi.

Hal ini ditolak mentah-mentah oleh Trump yang menginginkan isu nuklir diselesaikan di awal sebagai syarat utama pencabutan sanksi.

"Mereka meminta hal-hal yang mustahil saya setujui," tegas Trump tanpa merinci poin-poin yang dimaksud.

Selain masalah teknis negosiasi, Trump juga menyoroti kondisi internal pemerintahan Iran yang menurutnya menghambat proses perdamaian.

Baca juga: AS Larang Kapal Internasional Bayar Pungutan Tol ke Iran di Selat Hormuz, Ancam Jatuhkan Sanksi

Ia menyebut kepemimpinan di Teheran saat ini sangat tidak terorganisasi dan mengalami perpecahan internal.

"Kepemimpinan mereka sangat berantakan."

"Sebenarnya mereka semua ingin kesepakatan damai, tapi mereka sendiri sedang kacau," cetus Trump.

AS Dilaporkan Jatuhkan Sanksi Baru

Departemen Keuangan AS dilaporkan telah menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran/

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas