Militer Iran Klaim Serangan Rudal terhadap Kapal Induk USS Abraham Lincoln
Iran mengklaim telah menargetkan kapal induk USS Abraham Lincoln dengan rudal jelajah, tetapi belum ada konfirmasi dari pihak AS.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Iran mengklaim telah menargetkan kapal induk USS Abraham Lincoln dengan rudal jelajah, tetapi belum ada konfirmasi dari pihak AS.
- Klaim ini bukan yang pertama, karena sebelumnya Iran juga mengaku menyerang kapal yang sama tanpa bukti independen.
- Ketegangan terjadi di tengah upaya gencatan senjata, namun kedua pihak masih saling membantah adanya negosiasi resmi.
TRIBUNNEWS.COM - Angkatan bersenjata Iran mengklaim telah menargetkan kapal induk AS, USS Abraham Lincoln dengan rudal jelajah Qader, menurut laporan media pemerintah, Rabu (25/3/2026).
Press TV merilis sebuah video yang mengklaim bahwa militer Iran menembakkan rudal ke arah USS Abraham Lincoln, membuat kapal induk itu mengubah posisinya.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi dari pihak AS.
Sebuah video yang dibagikan kantor berita Fars menunjukkan proyektil diluncurkan ke langit, disertai suara ledakan di latar belakang.
Media tersebut mengklaim video itu memperlihatkan peluncuran rudal yang menargetkan kapal induk AS, tetapi rekaman tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Sebelum klaim serangan ini, Laksamana Muda Shahram Irani sebelumnya juga menyatakan bahwa kapal induk AS tersebut terus dipantau.
Ia menegaskan bahwa kapal itu akan menjadi target jika memasuki jangkauan sistem rudal Iran.
Pernyataan tersebut disiarkan oleh media pemerintah Iran.
Bukan Pertama Kali
Mengutip The Economic Times, ini bukan pertama kalinya Iran mengklaim telah menyerang kapal induk Amerika Serikat.
Pada 1 Maret 2026, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menyerang USS Abraham Lincoln menggunakan empat rudal balistik.
IRGC mengklaim rudal-rudal tersebut berhasil mengenai kapal induk tersebut.
Baca juga: Iran: Kapal Induk AS Abraham Lincoln Kabur Setelah Dihantam Drone, Hendak Dekati Selat Hormuz
Namun, klaim itu juga tidak dikonfirmasi oleh pihak Amerika Serikat.
Klaim-klaim ini muncul di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.
Laporan menyebutkan lebih dari 1.340 orang tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Baca tanpa iklan