Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk China, Rusia hingga India

Iran buka akses Hormuz untuk 5 negara sahabat. Kapal AS dan sekutu dilarang melintas di tengah konflik memanas

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk China, Rusia hingga India
BOA Report
TIDAK LAKUKAN BLOKADE - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengumumkan, pihaknya tidak akan memberlakukan blokade terhadap kapal dari lima negara sahabat di Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Selain India, kapal dari Rusia, China, Pakistan dan Irak tetap diizinkan melintas dengan aman melalui jalur sempit yang kini berada di tengah ketegangan geopolitik tersebut 

Ringkasan Berita:
  • Iran menyatakan Selat Hormuz tidak ditutup total dan tetap membuka akses bagi lima negara sahabat, yakni China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak 
  • Kapal dari negara tersebut diberi jaminan keamanan di tengah konflik kawasan 
  • Sementara itu, Iran menegaskan tidak akan mengizinkan kapal dari AS, Israel, dan sekutunya melintas di jalur strategis tersebut

TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengumumkan, pihaknya tidak akan memberlakukan blokade terhadap kapal dari lima negara sahabat di Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Selain India, kapal dari Rusia, China, Pakistan dan Irak tetap diizinkan melintas dengan aman melalui jalur sempit yang kini berada di tengah ketegangan geopolitik tersebut.

Abbas Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup.

Menurutnya, kapal dari negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan Iran masih diperbolehkan untuk melintas.

“Banyak pemilik kapal atau negara asal kapal tersebut telah menghubungi kami dan meminta jaminan keselamatan saat melintasi selat. Untuk negara-negara yang kami anggap sahabat, atau dalam kondisi tertentu, angkatan bersenjata kami memberikan jalur aman,” ujar Araghchi, merujuk pada siaran televisi pemerintah.

Baca juga:  AS dan Iran Saling Ancam soal Selat Hormuz, Pakar: Berbahaya bagi Dunia

Ia menambahkan, sejumlah negara telah berkoordinasi langsung dengan Iran terkait akses pelayaran di kawasan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

“Anda sudah melihat di berita: China, Rusia, Pakistan, Irak, dan India.  Dua kapal dari salah satu negara itu telah melintas beberapa malam lalu. Negara lain, bahkan Bangladesh, juga berkomunikasi dengan kami. Koordinasi ini akan terus berlanjut, bahkan setelah perang,” katanya.

Iran menegaskan tidak akan memberikan izin melintas bagi kapal dari Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara Teluk yang terlibat dalam konflik Timur Tengah saat ini.

“Kami berada dalam kondisi perang. Kawasan ini adalah zona perang, sehingga tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal dari musuh dan sekutunya melintas. Namun, jalur ini tetap terbuka bagi negara lain,” tegas Araghchi.

Araghchi menyatakan kepuasan atas kendali Iran terhadap Selat Hormuz, yang menurutnya semakin kuat setelah hampir lima dekade.

Ia mengungkapkan, saat Iran pertama kali mengumumkan blokade parsial, banyak pihak meragukannya dan menganggapnya sebagai gertakan semata.

“Mereka mengira Iran tidak memiliki keberanian untuk melakukannya. Namun kami membuktikannya dengan kekuatan. Berbagai upaya dilakukan untuk menghentikan langkah ini, tetapi gagal. Bahkan, mereka meminta bantuan negara lain, termasuk yang dianggap musuh, untuk membuka kembali jalur ini. Namun tidak ada yang merespons, karena hal itu memang tidak memungkinkan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Iran resmi menutup Selat Hormuz pada Maret 2026 setelah serangan AS-Israel sehingga menciptakan krisis energi global.

Selat itu menjadi rute 20 persen pasokan minyak dunia sehingga penutupan ini memicu lonjakan harga energi, mengancam rantai pasok global, dan melemahkan mata uang seperti rupiah.

Penutupan dilakukan oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai respons terhadap serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel, yang juga menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas