Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

IRGC Peringatkan Warga Timur Tengah Mengungsi, Tak Ingin Mereka Jadi Perisai Manusia

Tentara AS disebut menyusup ke situs-situs sipil, termasuk pangkalan logistik di dekat bandara lama Beirut hingga hotel mewah seperti Four Seasons.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Willem Jonata
zoom-in IRGC Peringatkan Warga Timur Tengah Mengungsi, Tak Ingin Mereka Jadi Perisai Manusia
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
BUNTU - Ilustrasi peperangan antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam perkembangan situasi pertempuran, kedua negara mengajukan syarat-syarat untuk penghentian perang, diyakini akan ditolak oleh masing-masing kubu. 

Ringkasan Berita:
  • Peringatan IRGC muncul menyusul klaim Iran bahwa pasukan AS dan Israel mulai bersembunyi di balik fasilitas sipil demi menghindari gempuran rudal Teheran
  • Iran sebelumnya telah menghantam sedikitnya 104 pangkalan militer AS dan sekutunya
  • Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga telah memperingatkan hotel-hotel di negara-negara Teluk Arab agar tidak menerima personel militer AS

 

TRIBUNNEWS.COM - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada penduduk di seluruh kawasan Asia Barat untuk segera menjauhi wilayah-wilayah yang digunakan sebagai markas atau lokasi penempatan tentara Amerika Serikat (AS).

Peringatan ini muncul menyusul klaim Iran bahwa pasukan AS dan Israel mulai bersembunyi di balik fasilitas sipil demi menghindari gempuran rudal Teheran.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (27/3/2026), IRGC menegaskan komitmen mereka untuk "memusnahkan kekuatan teroris" AS dan Israel sebagai balasan atas pembunuhan warga sipil serta tokoh-tokoh kunci Iran.

Baca juga: Dominasi Militer di Kekuasaan Iran Bikin Upaya Diplomasi Mandek, IRGC Ogah Didikte, AS Siap Tempur

IRGC menuduh militer AS dan Israel pengecut karena menggunakan warga sipil yang tidak terlibat dalam pertempuran sebagai "perisai manusia".

Iran menyebut pasukan asing tersebut tidak lagi memiliki keberanian untuk bertahan di pangkalan militer resmi mereka karena takut akan serangan balasan Iran.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami menyarankan agar Anda segera meninggalkan lokasi-lokasi pasukan Amerika agar tidak terjadi bahaya pada diri Anda. Kami berkewajiban untuk melenyapkan pasukan teroris Amerika dan rezim perampas (Israel) di mana pun mereka berada," bunyi pernyataan resmi IRGC mengutip pemberitaan Press TV.

Peringatan IRGC ini selaras dengan laporan terbaru dari The New York Times yang mengungkapkan bahwa militer AS di seluruh Asia Barat menghadapi tekanan luar biasa.

Serangan Iran yang terus-menerus dilaporkan telah membuat sejumlah pangkalan utama AS tidak layak huni, memaksa ribuan tentara untuk terpencar dan beroperasi dari lokasi-lokasi yang dipilih secara spontan tanpa rencana dan dianggapa aman.

Data menunjukkan bahwa tentara AS kini mulai menyusup ke situs-situs sipil, termasuk pangkalan logistik di dekat bandara lama Beirut hingga hotel-hotel mewah seperti Four Seasons dan Sheraton di Damaskus.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga telah memperingatkan hotel-hotel di negara-negara Teluk Arab agar tidak menerima personel militer AS.

"Sejak awal perang ini, tentara AS melarikan diri dari pangkalan militer di GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) untuk bersembunyi di hotel dan kantor. Mereka menggunakan warga GCC sebagai perisai manusia," tegas Araghchi.

Fabian Hinz, seorang analis, mencatat Iran telah menghantam sedikitnya 104 pangkalan militer AS dan sekutunya di kawasan tersebut.

Pangkalan Ali Al Salem di Kuwait menjadi target yang paling sering dihantam dengan total 23 serangan rudal.

Citra satelit menunjukkan kerusakan parah pada infrastruktur vital, termasuk hanggar, peralatan komunikasi, hingga gudang bahan bakar.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas