Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.494, Zelenskyy Ungkap Kendala Negosiasi

Presiden Ukraina Zelenskyy mengungkapkan kendala untuk melanjutkan negosiasi antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat, terutama soal lokasi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti
zoom-in Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.494, Zelenskyy Ungkap Kendala Negosiasi
Website Presiden Ukraina
PRESIDEN UKRAINA ZELENSKYY - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Senin (23/2/2026), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 18 Februari 2026. (© Press Service Of The President Of Ukraine / YPV.2026) - Pada 27 Maret 2026, Zelenskyy mengungkapkan kendala untuk melanjutkan negosiasi antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat. 

Latar belakang konflik berawal dari runtuhnya Uni Soviet, ketika Ukraina mulai mendekat ke negara-negara Barat seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat. Hal tersebut memicu kekhawatiran Rusia karena dianggap mengancam pengaruhnya di kawasan.

Ketegangan semakin memuncak pada 2014 melalui Revolusi Maidan di Kyiv yang mengarahkan Ukraina menjadi lebih pro-Barat. Sebagai respons, Rusia mencaplok wilayah Krimea, sementara konflik bersenjata pecah di wilayah Donbas antara militer Ukraina dan kelompok separatis yang diduga didukung Rusia.

Situasi ini akhirnya berkembang menjadi invasi besar pada 2022 setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi militer. Rusia menyatakan tindakan tersebut bertujuan melindungi warga berbahasa Rusia di Donbas serta menahan ekspansi NATO.

Langkah Rusia menuai kecaman global. Negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia dan memberikan bantuan militer serta finansial kepada Ukraina. Hingga kini, konflik tersebut menjadi salah satu krisis global terbesar dengan dampak luas di berbagai sektor.

Amerika Serikat juga berperan dalam upaya mediasi damai antara Rusia dan Ukraina. Namun, proses tersebut sempat terganggu karena keterlibatan AS dalam konflik dengan Iran, yang mengalihkan sebagian fokus dari penyelesaian perang di Ukraina.

Di tengah perang Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung, berikut ini perkembangan yang dirangkum dari berbagai sumber:

  • Menlu AS Bantah Pernyataan Zelenskyy

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menolak pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bahwa pemerintahan Trump menuntut Kyiv menyerahkan wilayah Donbas timur kepada Rusia untuk menerima jaminan keamanan AS dalam rencana gencatan senjata apa pun. 

Rekomendasi Untuk Anda

Berbicara pada hari Jumat, Rubio membantah komentar Zelenskyy baru-baru ini dan mengatakan AS tidak membuat ketentuan seperti itu dalam pembicaraannya dengan Ukraina.

“Itu bohong,” kata Rubio kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).

“Dan saya melihat dia mengatakan itu. Dan sangat disayangkan dia mengatakan itu karena dia tahu itu tidak benar dan bukan itu yang diberitahukan kepadanya," lanjutnya.

Zelenskyy pekan ini mengatakan kepada Reuters bahwa AS menjadikan tawaran jaminan keamanan untuk Ukraina bergantung pada penyerahan wilayah Donbas, jantung industri yang telah lama diincar oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, lapor The Guardian.

  • TV Prancis Dikritik Gara-gara Tayangkan Wawancara dengan Menteri Rusia

Televisi publik Prancis, France 2, menuai kritik keras pada hari Jumat karena menayangkan wawancara utama dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. 

Saluran televisi France 2 menayangkan 10 menit dari wawancara yang telah direkam sebelumnya selama berita Kamis (26/3/2026) malam.

Sementara versi lengkapnya yang berdurasi satu jam diunggah secara daring.

Lebih dari empat tahun setelah invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, Lavrov dalam wawancara dengan France 2 mengklaim Moskow bermaksud membela hukum internasional.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas