Kisah Will Strong: WNI Pengemudi Bus WNI Pertama di Hokkaido Jepang
Kisah Will Strong, WNI jadi sopir bus di Jepang. Lewati proses sulit, kini sukses meniti karier di Hokkaido penuh tantangan
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Will Strong, WNI berusia 40 tahun, meniti karier unik sebagai sopir bus di Hokkaido, Jepang, setelah lulus JLPT N2 dan melalui proses panjang perizinan
- Ia memilih jalur menantang mulai dari sekolah mengemudi hingga meraih lisensi bus besar usai beberapa kali gagal
- Kisahnya mencerminkan semangat diaspora Indonesia dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang di Jepang
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Nama Will Strong (40) mungkin terdengar tidak biasa bagi seorang warga Indonesia.
Namun, di balik nama unik tersebut, tersimpan kisah perjuangan dan tekad kuat dalam meraih karier di Jepang.
Will yang memiliki sertifikat JLPT N-2 itu mengungkapkan bahwa nama tersebut telah diberikan sejak lahir oleh orang tuanya.
“Orang tua saya ingin nama yang berbeda dari yang lain, apalagi dulu mereka juga punya teman orang asing,” ujarnya sambil tersenyum kepada Tribunnews.com Minggu (29/3/2026).
Baca juga: Komodo Hadir di Jepang: Kolaborasi Indonesia–Shizuoka Menuju Penangkaran Perdana
Awal Ketertarikan ke Jepang
Perjalanan Will menuju Jepang dimulai saat ia menempuh pendidikan di Universitas Darma Persada, dengan mengambil jurusan sastra Jepang yang kemudian memasuki perusahaan besar Abashiri Bus di Hokkaido sejak akhir 2025.
Dari sana, ketertarikannya terhadap Jepang semakin kuat dan membawanya pada berbagai peluang kerja di Negeri Sakura.
Meski banyak tawaran pekerjaan tersedia—mulai dari sektor perhotelan, program TSK/Kumiai, hingga fashion—Will justru memilih jalur yang lebih menantang: menjadi pengemudi bus di Jepang.
“Saya senang dengan salju dan kebetulan ada penawaran di Hokkaido, ya saya ambil,” papar Will lagi.
Menurutnya, profesi ini tidak mudah dan membutuhkan proses panjang, antara lain harus mengurus SIM Jepang (futsū).
Kemudian mengikuti sekolah khusus mengemudi bus, barulah mendapatkan lisensi ōgata nishu (SIM bus).
Lalu mengikuti tes kesehatan dan psikologi (tekisei shindan).
Pelatihan intensif (kenshū) dan akhirnya harus menghafal rute jalanan di Hokkaido.
“Justru karena sulit, saya tertarik. Ini tantangan besar sekali,” ungkapnya lagi.
Hidup Mandiri di Jepang
Masuk di Jepang setelah diterima Abashiri Bus tanggal 27 November 2025.