RSF Gempur Permukiman di Sudan, 14 Tewas Termasuk Anak, Ancaman Genosida Menguat
Serangan RSF di Sudan tewaskan 14 warga termasuk anak-anak, konflik berkepanjangan picu krisis kemanusiaan makin parah.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Serangan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat atau Rapid Support Forces (RSF) menewaskan sedikitnya 14 warga sipil di negara bagian Kordofan Selatan, Sudan.
Korban dilaporkan termasuk anak-anak dan perempuan yang berada di kawasan permukiman.
Dilansir Al Jazeera, Minggu (29/3/2026), serangan terjadi di kota Dilling saat RSF bersama sekutunya menembaki area pemukiman selama beberapa jam.
Jaringan Dokter Sudan menyebut sedikitnya 23 orang lainnya terluka, termasuk tujuh anak-anak.
Permukiman Diserang, Kondisi Medis Memburuk
Kelompok medis tersebut menyatakan dua perempuan dan lima anak termasuk di antara korban tewas akibat serangan artileri berat yang menghantam wilayah sipil.
Serangan disebut berlangsung selama dua hari berturut-turut, memperparah kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Baca juga: Perang Saudara di Sudan: Luka Kemanusiaan yang Tak Kunjung Pulih
Fasilitas kesehatan dilaporkan kewalahan akibat kekurangan tenaga medis dan terbatasnya pasokan bantuan.
Warga yang selamat menghadapi situasi darurat dengan akses layanan kesehatan yang sangat minim.
Militer Sudan Klaim Tangkis Serangan
Militer Sudan menyatakan berhasil memukul mundur serangan RSF terhadap ibu kota provinsi Kordofan Selatan.
Sebelumnya, kota Dilling telah lama berada di bawah tekanan dan pengepungan kelompok paramiliter selama lebih dari dua tahun.
Ketegangan di wilayah ini terus meningkat seiring pertempuran antara militer Sudan dan RSF yang belum menunjukkan tanda mereda.
Ancaman Genosida dan Eskalasi Konflik
Kelompok dokter memperingatkan potensi “skenario bencana” seperti yang terjadi di el-Fasher, wilayah Darfur.
Menurut laporan Kantor Hak Asasi Manusia PBB, lebih dari 6.000 orang tewas dalam tiga hari kekerasan di wilayah tersebut yang disebut memiliki “ciri khas genosida”.
Serangan-serangan mematikan, termasuk menggunakan drone, kini dilaporkan terjadi hampir setiap hari di wilayah Darfur dan Kordofan.
Krisis Kemanusiaan Terburuk di Dunia
Perang antara militer Sudan dan RSF yang pecah sejak April 2023 telah memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Baca tanpa iklan