Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Unilever Stop Rekrut Karyawan Baru Secara Global, Perang Iran Jadi Biangnya

Unilever menyebutkan bahwa pembekuan rekrutmen ini dilakukan segera setelah mempertimbangkan efek domino dari ketegangan di Iran.

Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Unilever Stop Rekrut Karyawan Baru Secara Global, Perang Iran Jadi Biangnya
Unilever.co.id
UNILEVER INDONESIA - Tangkap layar tampak depan Gedung Unilever Indonesia. Unilever menyebutkan bahwa pembekuan rekrutmen ini dilakukan segera setelah mempertimbangkan efek domino dari ketegangan di Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Unilever resmi menghentikan perekrutan karyawan baru (hiring freeze) di semua tingkatan operasional di seluruh dunia selama minimal tiga bulan mulai April 2026.
  • Kebijakan ini diambil akibat ketidakpastian geopolitik dan eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu arus perdagangan serta pasokan energi global.
  • Langkah ini merupakan bagian dari program efisiensi sebesar Rp13,7 triliun yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun untuk mengatasi melambatnya volume penjualan pascapandemi.

 

TRIBUNNEWS.COM – Raksasa produk konsumen global, Unilever, resmi menerapkan kebijakan penghentian perekrutan karyawan baru atau hiring freeze di seluruh tingkat operasionalnya secara global.

Sederhananya, hiring freeze adalah kebijakan sebuah perusahaan untuk menghentikan sementara proses perekrutan karyawan baru.

Jadi, meskipun ada posisi yang kosong atau ada kebutuhan tambahan tenaga kerja, perusahaan tidak akan membuka lowongan atau menerima orang baru dalam jangka waktu tertentu.

Langkah drastis ini sendiri diambil sebagai respons terhadap meluasnya dampak konflik Timur Tengah akibat eskalasi antara Iran dan koalisi Israel-AS yang mulai mengganggu stabilitas ekonomi perusahaan.

Melansir dari Reuters, pengumuman tersebut disampaikan melalui memo internal yang didistribusikan di dalam perusahaan pada Sabtu (28/3/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Kebijakan ini sendiri rencananya akan berlaku setidaknya selama tiga bulan ke depan terhitung dari bulan April. 

Unilever menyebutkan bahwa pembekuan rekrutmen ini dilakukan segera setelah mempertimbangkan efek domino dari ketegangan geopolitik yang terjadi.

Dalam memo yang dikirimkan kepada staf akhir pekan lalu, Unilever menyatakan bahwa langkah ini diambil dengan mempertimbangkan "tantangan signifikan" dari perang Iran yang telah berlangsung selama satu bulan.

Gangguan Pasokan Global dan Energi

Di dalam memo internal tersebut, Unilever menyebut dampak konflik Timur Tengah pada perusahaan-perusahaan global mulai dari sektor maskapai penerbangan hingga ritel membuat pihak perusahaan harus mengambil langkah sulit tersebut.

Konflik tersebut dinilai Unilever telah mengacaukan arus perdagangan global dan mengakibatkan gangguan pasokan minyak serta gas terburuk dalam sejarah.

Baca juga: AS Berencana Kuras 400 Kg Uranium dari Iran, Khawatir Teheran Bangun Senjata Nuklir

Lonjakan biaya energi yang cepat ini dinilai Unilever mulai merembat ke pasar lain, sehingga memperlambat produksi di berbagai industri, termasuk bahan kimia dan plastik, yang merupakan spesialisasi perusahaan berbasis di London, Inggris tersebut.

"Realitas makroekonomi dan geopolitik, terutama dalam konflik Timur Tengah... membawa beberapa tantangan signifikan untuk beberapa bulan mendatang," tulis Fabian Garcia, Kepala Bisnis Perawatan Pribadi Unilever, dalam memo tersebut.

"Karena hal ini, tim Eksekutif Kepemimpinan Unilever telah menyetujui pembekuan rekrutmen global di semua tingkatan. Ini akan berlaku segera dan berlangsung setidaknya selama tiga bulan."

Meskipun Unilever memproduksi sebagian besar barangnya di lokasi tempat barang tersebut dijual, mereka tetap bergantung pada pembelian bahan kimia, makanan, kemasan, dan bahan baku lainnya yang membutuhkan intensitas energi tinggi dalam proses pembuatannya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas