Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jepang Rilis Laporan Pertemuan Puncak dengan Indonesia

Prabowo Subianto dan Sanae Takaichi sepakat perkuat kerja sama ekonomi, energi, dan keamanan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Jepang Rilis Laporan Pertemuan Puncak dengan Indonesia
Tribunnews.com/Richard Susilo
HORMAT BENDERA - Seperti biasa para pejabat Jepang saat hadir ke dalam ruangan pertemuan, menunduk menghormati benderanya. PM Sanae Takaichi tidak hanya menunduk menghormati bendera Jepang tetapi juga menunduk menghormati bendera merah putih saat memasuki ruangan pertemuan. Budaya Omotenashi Jepang bukan hanya di mulut tetapi dilaksanakan selalu oleh semua orang Jepang. (Tribunnews.com/Richard Susilo) 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo Subianto dan Sanae Takaichi sepakat memperkuat kemitraan strategis melalui kerja sama ekonomi, energi, dan keamanan 
  • Kolaborasi mencakup AI, maritim, mitigasi bencana, hingga energi bersih dan nuklir sipil 
  • Keduanya juga membahas isu global dan berkomitmen menjaga stabilitas Indo-Pasifik

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Setelah pertemuan kedua kepala negara Selasa ini (31/3/2026)   Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan  Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, pemerintah Jepang mengeluarkan rangkuman pernyataan resminya sebagai berikut.

"Pada 31 Maret, mulai pukul 11.25 selama sekitar 45 menit, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengadakan pertemuan puncak dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang tengah melakukan kunjungan resmi ke Jepang. Setelah pertemuan, kedua pemimpin menggelar konferensi pers bersama, dan PM Takaichi kemudian menjamu makan siang selama sekitar 45 menit," tulis laporan tersebut.

 Ringkasan pertemuan adalah sebagai berikut:

1. Pendahuluan

PM Takaichi menyambut kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan menyampaikan harapannya agar Jepang dan Indonesia dapat bersama-sama menjadikan kawasan Indo-Pasifik lebih kuat dan makmur menuju terwujudnya konsep Free and Open Indo-Pacific (FOIP).

Rekomendasi Untuk Anda

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak Jepang serta menyatakan keinginannya untuk semakin memperkuat kerja sama bilateral dan memperdalam Kemitraan Strategis Komprehensif melalui momentum pertemuan ini.

Baca juga: Benang Putih dan Omotenashi Jepang di Balik Pertemuan Prabowo-Sanae Takaichi di Istana Akasaka

2. Hubungan Bilateral

(1) Umum

Kedua pemimpin sepakat bahwa di tengah situasi internasional yang semakin menantang, penguatan kerja sama Jepang–Indonesia akan berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik, serta sepakat untuk memperdalam kerja sama di bidang ekonomi dan keamanan.

(2) Bidang Ekonomi

A. Kedua pemimpin sepakat atas dukungan finansial Jepang bagi Indonesia guna meningkatkan lingkungan bisnis dan investasi, sekaligus memperkuat ketahanan nasional Indonesia. Selain itu, kedua negara juga menegaskan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia industri, termasuk di bidang kecerdasan buatan (AI).

B. PM Takaichi menyatakan bahwa sebagai negara maritim, Jepang berharap dapat memperkuat kerja sama maritim dengan Indonesia, termasuk di sektor perikanan. Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja sama Jepang selama ini. Keduanya juga sepakat meningkatkan kerja sama di bidang penanggulangan bencana, mengingat kedua negara sama-sama rawan bencana alam. Jepang juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pengendalian banjir dan mitigasi bencana dengan memanfaatkan teknologi satelit.

C. Kedua pemimpin sepakat mendorong kerja sama di bidang energi, termasuk proyek panas bumi (geothermal) dan pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC). Selain itu, dibahas pula kerja sama energi nuklir sipil.

Kedua negara juga sepakat memperkuat rantai pasok energi, termasuk LNG, seiring telah ditandatanganinya nota kerja sama di bidang mineral kritis dan energi nuklir bulan ini, di tengah meningkatnya perhatian global terhadap keamanan energi akibat situasi di Iran.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas