PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan Penguatan Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
Sanae Takaichi dan Prabowo Subianto sepakat perkuat kerja sama ekonomi, keamanan, dan energi.
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Sanae Takaichi menyambut Prabowo Subianto dan menegaskan pentingnya kemitraan strategis Jepang-Indonesia di tengah dinamika global
- Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, energi, maritim, serta keamanan demi stabilitas kawasan Indo-Pasifik
- Selain itu, kolaborasi juga diperluas pada isu regional dan penguatan hubungan menuju 70 tahun diplomatik
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Setelah upacara kehormatan dan inspeksi pasukan oleh Pasukan Bela Diri Jepang, kedua pemimpin mengadakan pertemuan, dilanjutkan dengan konferensi pers bersama. Saat jumpa pers bersama PM Sanae Takaichi menyampaikan kata-kata lengkap berikut ini.
“Pertama-tama, saya dengan tulus menyambut kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang. Jepang dan Indonesia merupakan mitra strategis komprehensif yang telah lama menjalin hubungan persahabatan."
Di tengah situasi internasional yang semakin menantang, kerja sama dengan Indonesia—yang berada di posisi strategis sebagai penghubung antara Samudra Hindia dan Pasifik—sangat penting bagi terwujudnya konsep ‘Free and Open Indo-Pacific (FOIP)’.
Dalam konteks ini, sangat bermakna bahwa hari ini kami dapat berdiskusi secara mendalam dengan Presiden Prabowo di berbagai bidang dan menegaskan kerja sama untuk memperkuat serta memakmurkan kawasan.
Baca juga: Sejarah Kekalahan Perdana Inggris atas Negara dari 6 Benua Berbeda, Jepang Masuk Terbaru
Dalam pertemuan tadi, kami sepakat untuk mendorong kerja sama konkret di bidang ekonomi dan keamanan guna mendukung penguatan kapasitas nasional Indonesia secara aktif.
Di bidang ekonomi, pertama, kami menegaskan dukungan berkelanjutan bagi pembangunan industri Indonesia serta kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk di bidang kecerdasan buatan (AI).
Kedua, sebagai negara maritim dan sama-sama rentan terhadap bencana, kami sepakat memperkuat kerja sama maritim termasuk pengembangan sektor perikanan, serta kerja sama penanggulangan bencana termasuk pengendalian banjir.
Selain itu, seiring situasi Iran, pentingnya keamanan energi dan sumber daya kembali disadari secara global.
Indonesia merupakan negara kaya sumber daya, dan bulan ini kedua negara telah menandatangani nota kerja sama di bidang mineral penting dan energi nuklir.
Kami juga sepakat untuk semakin memperkuat kerja sama di bawah kerangka AZEC (Asia Zero Emission Community).
Di bidang keamanan, kami sepakat untuk memperkuat kerja sama keamanan maritim melalui dukungan kepada angkatan laut Indonesia dalam kerangka OSA (Official Security Assistance) serta peningkatan kapasitas lembaga penegak hukum maritim.
Kami juga menyambut kemajuan pembahasan kerja sama pertahanan antara otoritas pertahanan kedua negara sejak pertemuan ‘2+2’ tahun lalu.
Melalui upaya ini, kedua negara akan semakin berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas kawasan maupun dunia.
Terkait isu regional dan internasional, kami bertukar pandangan mengenai situasi Timur Tengah termasuk Iran, Laut China Selatan, serta isu Korea Utara termasuk nuklir, rudal, dan penculikan. Khusus untuk Timur Tengah, kami menegaskan akan terus bekerja sama secara erat dari perspektif keamanan energi.
Baca juga: Benang Putih dan Omotenashi Jepang di Balik Pertemuan Prabowo-Sanae Takaichi di Istana Akasaka