Raker di DPR, Menpar Jelaskan Strategi Jaga Target Pariwisata Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah
Menpar Widiyanti memaparkan strategi pemerintah menjaga kinerja sektor pariwisata nasional di tengah dampak konflik geopolitik Timur Tengah.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Theresia Felisiani
Sebab itu, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi strategis.
“Di tengah tantangan ini, kami tetap berkomitmen untuk mencapai target 16 hingga 17,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa strategi yang disiapkan antara lain dengan mengalihkan fokus pasar ke kawasan yang lebih resilien.
“Kami telah menyiapkan penyesuaian strategi dengan fokus pada pergeseran target pasar, yang akan dilakukan secara bertahap seiring perkembangan situasi geopolitik global,” ucapnya.
Lebih lanjut, Widiyanti merinci sejumlah langkah yang akan dilakukan, mulai dari penguatan pasar short dan medium haul, optimalisasi maskapai non-Timur Tengah, hingga kampanye digital yang lebih masif.
“Penguatan pasar short dan medium haul, optimalisasi maskapai non-Timur Tengah, kampanye digital yang masif, penyelenggaraan cross-border event, serta penguatan promosi wisata Nusantara menjadi langkah utama kami,” ucapnya.
Baca juga: Sandiaga Uno Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha Pariwisata Hadapi Dinamika Global
Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan intensitas promosi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk maskapai dan pelaku industri pariwisata.
“Relokasi aktivasi pasar dari long haul ke short dan medium haul akan meningkatkan aktivitas promosi dari 56 menjadi 69 kegiatan atau naik 23 persen,” ujarnya.
Widiyanti menambahkan, efektivitas strategi tersebut sangat bergantung pada dukungan lintas sektor, terutama dalam aspek penyediaan kapasitas transportasi.
“Efektivitas ke depan sangat ditentukan oleh dukungan lintas sektor, baik dari sisi supply maupun demand, termasuk penambahan kapasitas kursi penerbangan yang dibutuhkan sekitar 2,66 juta kursi,” ucapnya.
Program Prioritas
Widiyanti memaparkan, program prioritas Kemenpar tahun 2026 diarahkan pada penguatan pariwisata berkualitas yang aman, berkelanjutan, dan berdampak pada ekonomi masyarakat.
Satu di antara fokus utama adalah peningkatan keselamatan berwisata melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi bagi pemandu wisata, penyusunan pedoman keselamatan destinasi, hingga pemetaan kawasan wisata rawan bencana.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat pengembangan lebih dari 6.200 desa wisata melalui pendampingan masyarakat, sertifikasi desa wisata, serta penguatan jejaring ekonomi lokal berbasis pariwisata.
Ia mengatakan, pariwisata berkualitas akan terus diperkuat dengan terus melanjutkan program Wonderful Indonesia Gastronomi, Wonderful Indonesia Wellness, Event by Indonesia dan pengembangan digitalisasi pariwisata Indonesia melalui program Torism 5.0 yang sudah dimulai sejak tahun 2025.
Baca tanpa iklan