Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Konflik Iran-AS Picu Risiko bagi Strategi China di Timur Tengah

Risiko kerugian, baik secara ekonomi maupun geopolitik, di tengah eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Konflik Iran-AS Picu Risiko bagi Strategi China di Timur Tengah
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
DAMPAK PERANG - Peluncuran rudal Sejjil milik Iran. Rudal balistik berbahan bakar padat ini dilaporkan mendapatkan penyempurnaan dengan sistem panduan satelit navigasi BeiDou China. 

Di luar sektor transportasi, perusahaan China juga terlibat dalam pembangunan rumah sakit, sistem metro, industri otomotif, pertambangan, serta infrastruktur jalan.

Kerja Sama Energi dan Teknologi

China juga bekerja sama dengan Iran dalam berbagai proyek energi, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir dan reaktor air berat di Arak.

Namun, sejak penerapan kembali sanksi Amerika Serikat terhadap Iran pada 2018, sejumlah proyek tersebut mengalami perlambatan.

Dalam kerangka BRI, China juga mengembangkan inisiatif Digital Silk Road dan Green Silk Road di Iran.

Proyek-proyek tersebut mencakup pengembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, serta energi terbarukan seperti tenaga surya dan air.

China juga berperan dalam pengembangan konsep kota pintar di Iran, termasuk infrastruktur digital seperti Wi-Fi publik dan sistem pembayaran elektronik.

Menurut sejumlah analisis, proyek-proyek BRI di Iran memiliki potensi pengembalian investasi yang tinggi bagi China dibandingkan negara lain.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, konflik yang terjadi saat ini meningkatkan ketidakpastian terhadap keberlanjutan proyek-proyek tersebut.

Selain Iran, China juga memiliki investasi besar di negara-negara Timur Tengah lainnya.

Data PwC menunjukkan bahwa pada 2023, investasi China di UEA mencapai sekitar US$9 miliar, sementara di Arab Saudi lebih dari US$3 miliar. Lebih dari 8.000 perusahaan China tercatat beroperasi di UEA.

China juga terlibat dalam berbagai proyek energi dan teknologi di kawasan, termasuk di Irak dan Israel.

Perubahan Keseimbangan Strategis

Di tengah konflik yang berlangsung, China sejauh ini disebut belum mengambil langkah langsung untuk terlibat secara aktif, selain menyerukan penghentian serangan.

Sejumlah analis menilai Beijing menghadapi dilema strategis, antara melindungi kepentingannya di kawasan dan menjaga posisi dalam dinamika geopolitik global.

Sebagian pandangan menyebut konflik yang berkepanjangan dapat mengalihkan perhatian Amerika Serikat dari kawasan Indo-Pasifik.

Namun, di sisi lain, situasi ini juga berpotensi merugikan kepentingan China di Timur Tengah.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas