Drama Penyelamatan Pilot F-15E Strike Eagle hingga Kerugian Pasukan Elite AS Usai Bertempur Sengit
Operasi penyelamatan melibatkan ratusan pasukan operasi khusus AS dan puluhan jet tempur hingga intelijen luar angkasa.
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Jet tempur F-15E Strike Eagle jatuh pada hari Jumat di wilayah Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad yang bergunung-gunung. Mereka berhasil melontarkan diri
- Berbekal pistol dan radio enkripsi, kru jet tempur memberikan sinyal lokasi kepada komando pusat AS sementara pasukan darat Iran menyisir area tersebut
- Pasukan elit AS harus terlibat dalam baku tembak sengit dengan pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan milisi Basij yang telah mendekati posisi pilot
TRIBUNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan keberhasilan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) tempur yang disebutnya sebagai salah satu yang paling berani dalam sejarah militer AS.
Seorang perwira spesialis senjata berpangkat Kolonel berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah jet tempur F-15E Strike Eagle yang ia awakinya ditembak jatuh di wilayah barat daya Iran, Jumat lalu.
"KITA BERHASIL MENDAPATKANNYA! Militer Amerika Serikat baru saja melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam sejarah AS untuk salah satu kru hebat kita," tulis Trump melalui platform Truth Social, Minggu pagi (5/4/2026).
Jet tempur F-15E tersebut jatuh pada hari Jumat di wilayah Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad yang bergunung-gunung.
Dua awak pesawat berhasil melontarkan diri sebelum pesawat menghantam tanah.
Sementara satu kru telah diamankan lebih awal, perwira kedua sempat dinyatakan hilang dan memicu pencarian skala besar oleh militer Iran dan kelompok sipil setempat. Mereka menawarkan imbalan sebesar 60 ribu dolar AS atau sekira Rp 950 juta untuk penangkapannya.
Selama hampir 24 jam, perwira tersebut berhasil menghindari penangkapan dengan mengandalkan latihan Survival, Evasion, Resistance, and Escape (SERE).
Baca juga: 2 Jet Tempur AS Berhasil Ditembak Iran, Pilot Masih Hilang, Pertama Kali dalam Beberapa Dekade
Mengutip laporan The New York Times, pilot tersebut bergerak menjauh dari puing pesawat menuju dataran tinggi untuk bersembunyi.
Dengan berbekal pistol dan radio enkripsi, ia memberikan sinyal lokasi kepada komando pusat AS sementara pasukan darat Iran menyisir area tersebut.
Operasi penyelamatan yang dilakukan pada Sabtu malam berlangsung sangat kompleks dan melibatkan ratusan pasukan operasi khusus, puluhan jet tempur, helikopter, serta dukungan intelijen ruang angkasa.
Pasukan elit AS harus terlibat dalam baku tembak sengit dengan pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan milisi Basij yang telah mendekati posisi pilot.
Guna mengamankan jalur evakuasi, pesawat penyerang AS membombardir konvoi pasukan Iran yang mencoba mengepung sang pilot.
Meski operasi ini berhasil mengekstraksi seluruh tim penyelamat dan pilot ke Kuwait tanpa ada personel penyelamat yang tewas, misi ini tidak tanpa kerugian.
Dua helikopter penyelamat dilaporkan terkena tembakan musuh, dan sebuah pesawat penyerang A-10 Thunderbolt II jatuh setelah terkena serangan darat, meski pilotnya berhasil selamat.