Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rumor Trump Masuk RS Gegerkan Publik, Benarkah Kondisinya Memburuk?

Rumor Trump dirawat di RS viral di media sosial. Gedung Putih bantah tegas, sebut kondisinya baik. Lalu, kenapa isu ini bisa menyebar luas?

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti

Dengan adanya klarifikasi dari pihak Gedung Putih dan laporan jurnalis di lapangan, rumor mengenai Donald Trump yang disebut dilarikan ke rumah sakit dipastikan tidak benar.

Isu Kesehatan Donald Trump Teru Jadi Sorotan

 Sorotan terhadap kondisi kesehatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bukan kali pertama, sebelumnya presiden AS ini sempat tampil dengan bercak merah di bagian lehernya saat menghadiri upacara Medal of Honor beberapa waktu lalu.

Penampakan tersebut terekam kamera dan dengan cepat menyebar di media sosial, memicu berbagai spekulasi di kalangan publik.

Pada Desember tahun lalu, ia juga menjadi perbincangan setelah terlihat memiliki memar cukup besar di bagian tangan.

Penampakan tersebut memicu berbagai asumsi, terlebih karena diduga sempat ditutupi dengan lapisan alas bedak yang terlihat tebal.

Selain itu, Trump juga diketahui pernah didiagnosis mengalami insufisiensi vena kronis atau chronic venous insufficiency (CVI), yaitu kondisi ketika pembuluh darah vena tidak berfungsi secara optimal.

Diagnosis tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait kondisi kesehatannya, meskipun tidak ada pernyataan resmi yang menunjukkan adanya gangguan serius dalam aktivitasnya sebagai presiden.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun demikian, pihak medis telah memberikan penjelasan melalui hasil pemeriksaan kesehatan terbaru yang dilakukan pada April.

Dalam laporan tersebut, kondisi Trump dinyatakan dalam keadaan prima, dengan sejumlah indikator kesehatan seperti berat badan, tekanan darah, kadar kolesterol, serta pemeriksaan lainnya berada dalam batas normal.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa meskipun berbagai spekulasi terus bermunculan di ruang publik, terutama di media sosial, tidak seluruhnya didukung oleh fakta medis yang kuat.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas