Trump Tetapkan Deadline Iran untuk Buka Selat Hormuz: Selasa Pukul 8 Malam
Trump menetapkan deadline Selasa pukul 8 malam waktu setempat bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz atau AS-Israel akan serang fasilitas energinya.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Trump mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz paling lambat Selasa, 7 April 2026 pukul 20.00 waktu setempat, dengan ancaman serangan besar jika diabaikan.
- Blokade Iran di Selat Hromuz menyebabkan ribuan kapal tertahan dan memicu lonjakan harga minyak global.
- Iran menolak buka selat sebelum mendapat kompensasi, serta mengecam ancaman AS sebagai pelanggaran serius dan berpotensi kejahatan perang.
- AS klaim negosiasi masih berlangsung, sementara Israel bersiap menyerang jika diplomasi gagal.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan batas waktu bagi Iran yang memblokade Selat Hormuz agar membuka jalur air tersebut paling lambat hari Selasa, 7 April 2026 pukul 20.00 waktu setempat.
Iran memblokade Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak dan energi bagi kapal dari berbagai negara, tak lama setelah AS dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari lalu.
Hanya segelintir kapal yang diizinkan oleh Iran untuk melewati selat tersebut, menegaskan bahwa mereka hanya menargetkan kapal musuh dan para pendukungnya.
Hingga awal April 2026, blokade Iran terhadap Selat Hormuz telah menciptakan penumpukan besar-besaran, dengan perkiraan ribuan kapal menunggu atau terjebak di Teluk Persia dan perairan sekitarnya.
AS dan Israel mengancam dengan serangan yang lebih besar jika Selat Hormuz tidak dibuka, sementara Trump memberikan batas waktu bagi Iran untuk membuka jalur maritim tersebut.
"Tuesday, 8:00 P.M. Eastern Time! (Selasa, pukul 8:00 malam (Waktu Timur)!)" tulis Trump di platform Truth Social, Minggu (5/4/2026).
Sebelumnya, Trump mengingatkan Iran akan batas waktu untuk membuka Selat Hormuz.
"Jika mereka tidak melakukan apa pun hingga Selasa malam, mereka tidak akan memiliki pembangkit listrik dan jembatan yang tersisa," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, Minggu.
Ketika ditanya kapan perang akan berakhir, Trump menjawab, "Akan saya beri tahu Anda segera."
Dalam wawancara dengan ABC News, Trump mengatakan perang Iran akan diakhiri dalam hitungan hari, bukan minggu.
Baca juga: Timur Tengah Memanas! Menhan Israel Ancam Habisi Pemimpin Iran, Hancurkan Infrastruktur Negara
"Operasi di Iran harus diakhiri dalam hitungan hari, bukan," kata Trump kepada ABC News, seraya menambahkan, "Mereka tidak akan mampu menahan skala serangan yang akan mereka hadapi."
Tentang pengerahan pasukan darat, Trump menegaskan AS dan Israel tidak perlu melakukannya.
"Saya tidak melihat perlunya mengerahkan pasukan darat di Iran saat ini, tetapi saya tidak mengesampingkannya," kata Trump, yang mengklaim Iran sedang mengalami pukulan berat.
"Saya tidak membutuhkan NATO, tetapi saya ingin menguji mereka terkait Selat Hormuz," tambahnya.
Iran Menanggapi Trump
Seorang pejabat senior Iran membalas ancaman Trump dengan mengatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka sepenuhnya sampai Iran mendapatkan kompensasi penuh untuk kerugian akibat serangan AS dan Israel.