Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

AS-Iran dan Mediator Bahas Syarat Gencatan Senjata 45 Hari, Berpotensi Akhiri Perang Secara Permanen

AS, Iran, dan sekelompok mediator regional sedang membahas syarat-syarat untuk gencatan senjata.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nuryanti
Editor: Sri Juliati

Ringkasan Berita:
  • AS, Iran, dan sekelompok mediator regional sedang membahas syarat-syarat untuk gencatan senjata.
  • Para mediator sedang membahas syarat-syarat kesepakatan dua tahap.
  • Gencatan senjata dapat diperpanjang jika diperlukan waktu tambahan untuk perundingan.

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS), Iran, dan sekelompok mediator regional sedang membahas syarat-syarat untuk gencatan senjata potensial selama 45 hari yang dapat mengarah pada pengakhiran permanen perang.

Hal ini sebagaimana laporan Axios pada Minggu (5/4/2026), mengutip empat sumber AS, Israel, dan mediator regional yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa para mediator sedang membahas syarat-syarat kesepakatan dua tahap.

Adapun tahap pertama akan berupa gencatan senjata potensial selama 45 hari di mana pengakhiran permanen perang akan dinegosiasikan.

Lalu, fase kedua adalah kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa gencatan senjata dapat diperpanjang jika diperlukan waktu tambahan untuk perundingan.

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden AS, Donald Trump mengatakan kepada Wall Street Journal pada Minggu bahwa batas waktu yang ia tetapkan bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur penting adalah Selasa (7/4/2026) malam.

Tak Ada Tanda-tanda Iran Mundur

Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan melonggarkan cengkeramannya terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz, yang sepenuhnya terbuka sebelum Israel dan AS menyerang Iran pada 28 Februari 2026 untuk memulai perang.

Menyusul unggahan Trump yang penuh kata-kata kasar, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menyebut ancaman menargetkan infrastruktur Iran sebagai tindakan "sembrono."

Anda tidak akan mendapatkan apa pun melalui kejahatan perang,” tulis Qalibaf di X.

Satu-satunya solusi nyata adalah menghormati hak-hak rakyat Iran dan mengakhiri permainan berbahaya ini.”

Baca juga: Iran Melunak, 15 Kapal Diizinkan Melintas di Selat Hormuz Selama 24 Jam Terakhir

Saat ini, harga minyak mentah Brent, standar internasional, naik menjadi $109 pada perdagangan spot Senin pagi, sekitar 50 persen lebih tinggi daripada saat perang dimulai.

Iran telah mengizinkan beberapa kapal melewati selat tersebut sejak perang dimulai, tetapi tidak ada yang milik AS, Israel, atau negara-negara yang dianggap membantu mereka.

Beberapa kapal telah membayar Iran untuk melewati selat tersebut dan arus lalu lintas secara keseluruhan turun lebih dari 90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Trump Keluarkan Ancaman dengan Kata Kasar

Donald Trump menyuruh Iran untuk membuka Selat Hormuz paling lambat hari Selasa (7/4/2026).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas