Warganet Komplain Tiket Kena Cancel & Reschedule Massal, AirAsia Buka Suara
Pihak AirAsia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan optimalisasi jaringan dengan memotong serta menggabungkan jadwal penerbangan
Penulis:
Bobby W
Editor:
Sri Juliati
Karena sifat penerbangannya yang lebih jauh, dampak dari krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat perang di Iran sendiri tak bisa dihindari lagi oleh pihak maskapai.
Hal ini bisa dilihat dari kebijakan terbaru AirAsia X pada Senin (6/4/2026) yang secara resmi mengumumkan kebijakan menaikkan harga tiket dan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge .
Langkah drastis ini diambil sebagai upaya perusahaan menghadapi dampak konflik di Timur Tengah yang mengakibatkan harga bahan bakar pesawat dunia melonjak tajam.
Pendiri sekaligus penasihat AirAsia, Tony Fernandes, menjelaskan bahwa AirAsia X akan menjalankan tiga langkah strategis dalam jangka pendek untuk menjaga stabilitas perusahaan.
Langkah tersebut meliputi pemotongan biaya operasional, penaikkan tarif penerbangan, hingga pemangkasan kapasitas kursi penumpang.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin ini, Tony Fernandes mengakui bahwa konflik yang kini telah memasuki bulan kedua tersebut menjadi kejutan terbesar bagi AirAsia X.
Padahal, pada Januari lalu, perusahaan baru saja menyelesaikan akuisisi AirAsia Aviation dari Capital A.
"Ini adalah krisis yang nyata... tidak ada cara lain untuk menggambarkannya." ungkap Tony Fernandes.
Namun demikian, ia optimistis dalam menghadapi tantangan ini karena tim yang ia pimpin dinilai sudah teruji untuk menghadapi situasi sulit.
"Kami telah melewati banyak krisis, dan saya pikir tim ini sudah teruji oleh beban perjuangan (berpengalaman luas), dan kami memiliki banyak opsi untuk menghadapi situasi ini," tambah Fernandes.
Sebagai dampak langsung, AirAsia X telah menaikkan fuel surcharge sebesar kurang lebih 20 persen, sementara harga tiket rata-rata mengalami kenaikan cukup signifikan antara 30 hingga 40 persen.
Baca juga: Bos AirAsia Jamin Tarif Maskapainya Tetap Terjangkau meski Ada Krisis BBM
Menurut eksekutif maskapai, kenaikan harga avtur dunia telah membuat biaya bahan bakar AirAsia X membengkak hingga lebih dari dua kali lipat, apalagi saat ini perusahaan tidak memiliki lindung nilai bahan bakar atau fuel hedge.
Lebih lanjut, Tony Fernandes menambahkan bahwa maskapai tidak segan untuk menutup rute-rute penerbangan yang dianggap sudah tidak mampu lagi menutupi biaya bahan bakar.
Di sisi lain, CEO AirAsia X, Bo Lingam, menyatakan bahwa optimalisasi juga dilakukan pada penggunaan armada pesawat.
Dengan adanya pengurangan kapasitas, AirAsia X berencana mengirim armada yang tidak beroperasi untuk menjalani pemeriksaan perawatan atau maintenance check lebih awal.
Strategi ini diambil agar maskapai dapat segera meningkatkan kembali operasional mereka secara maksimal jika perang berakhir lebih cepat dari perkiraan.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan