Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Nasib Trump dan Netanyahu Saat Ini, Dimakzulkan atau Penjara

Trump menyerang Candace Owens dan Alex Jones, dua tokoh konservatif yang menyerukan agar dia  dicopot dari jabatannya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Nasib Trump dan Netanyahu Saat Ini, Dimakzulkan atau Penjara
X/@netanyahu
TRUMP DAN NETANYAHU - Foto yang diunggah Netanyahu di platform X pada Kamis (26/6/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) berjabat tangan. 
Ringkasan Berita:
  • Gencatan senjata dua pekan menghentikan sementara konflik Iran–Israel yang didukung AS.
  • Di AS, mayoritas masyarakat mendukung pemakzulan Donald Trump karena dinilai memicu konflik di Iran dan kebijakan kontroversial, meski ia membalas kritik dengan serangan keras. 
  • Sementara di Israel, Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan politik dan akan menjalani sidang  kasus korupsi.

TRIBUNNEWS.COM, ISRAEL - Perang Iran dengan Israel yang dibantu Amerika Serikat (AS) untuk sementara berhenti melalui gencatan senjata selama dua pekan.

Negosiasi kabarnya akan dilanjutkan antara AS dengan Iran di Pakistan besok.

Namun sebelum berlanjut ke meja perundingan, kabar kurang menyejukkan datang dari dalam negeri AS dan Israel.

Trump akan dimakzulkan

Survei terbaru yang dipublikasikan Newsweek pada Rabu (8/4/2026) waktu AS, memperlihatkan sebagian besar rakyat AS setuju Presiden AS dimakzulkan alias diturunkan dari jabatannya.

Trump dianggap tokoh yang getol memicu perang Iran serta membuat sejumlah kebijakan kontroversial dan tidak memihak rakyat AS.

Dari survei itu terdata 52 persen pemilih terdaftar mendukung pemakzulan Trump dan  40 persen yang menentangnya, sisanya abstain tidak memilih dengan margin kesalahan 3,9 persen.

Jajak pendapat ini diselenggarakan oleh John Bonifaz, presiden dan salah satu pendiri Free Speech for People untuk perusahaan jajak pendapat progresif veteran Celinda Lake.

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden Trump tidak  tinggal diam.

Dia menyerang Candace Owens dan Alex Jones, dua tokoh konservatif yang menyerukan agar dia  dicopot dari jabatannya.

“Mereka memiliki satu kesamaan, IQ rendah,” kata Trump.

“Mereka orang bodoh, mereka tahu itu, keluarga mereka tahu itu, dan semua orang juga tahu itu!”

Baca juga: Perang Propaganda di Timur Tengah: Beda Dulu dengan Sekarang

Netanyahu Diseret ke Pengadilan

Sementara itu di Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi masalah politik dalam negeri.

Dia juga akan dihadapkan di pengadilan pekan depan.

Dikutip dari Jerusalem Post, Jumat (10/4/2026), para pemimpin oposisi Israel menuduh Netanyahu gagal memenuhi tujuan perang setelah gencatan senjata Iran.

Mantan Perdana Menteri Naftali Bennett, lawan politik Netanyahu dalam pemilu mendatang, mengatakan dalam konferensi pers pada Rabu malam bahwa tujuan perang telah diuraikan dengan jelas sebelumnya dan belum tercapai sebelum gencatan senjata.

Bennett mengatakan bahwa Netanyahu berbohong kepada publik dan "menjual ilusi" tentang apa yang bisa dimenangkan.

Pemimpin Partai Demokrat, Yair Golan, menambahkan bahwa Netanyahu seharusnya "berdiri di hadapan bangsa, mengakui kegagalan strateginya dan mengumumkan pengunduran dirinya segera setelah gencatan senjata dengan Iran.

Sementara itu, Al Jazeera memberitakan bahwa sidang  kasus korupsi Benjamin Netanyahu akan dilanjutkan pada hari Minggu (12/4/2026) lusa.

Pengadilan setempat mengumumkan hal itu setelah Israel mencabut keadaan darurat di dalam negeri setelah gencatan senjata dengan Iran diberlakukan dua pekan ke depan.

Kasus korupsi Netanyahu sudah lama diusut pengadilan setempat. 

Dia membantah tuduhan penyuapan dan penipuan yang terjadi kepadanya di tahun 2019 silam.

Ada dua  kasus korupsi besar yang dituduhkan kepada Netanyahu yakni diduga memberikan kebijakan regulasi sekitar 1,8 miliar shekel (Rp 8,3 triliun) kepada Bezeq Telecom Israel.

Netanyahu dan istrinya diduga menerima hadiah tidak sah senilai hampir 700.000 shekel (Rp 3,5 miliar) dari Arnon Milchan produser Hollywood dan miliarder Australia James Packer.

Sidang ini sebenarnya berulang kali ditunda karena negara itu berperang melawan Hamas dan Iran.

Jika terbukti di pengadilan maka nasib Netanyahu akan berakhir di penjara.

Tahun 2014 lalu, Pengadilan Israel pernah memenjarakan seorang perdana menteri yakni  Ehud Olmert.

Dia terjerat kasus korupsi menerima puluhan ribu dolar uang suap untuk mempromosikan proyek real-estate di Jerusalem.

Ehud Olmert terbukti menerima suap saat masih menjabat walikota Yerusalem sebelum menjadi perdana menteri tahun 2006.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas