Peringatkan Iran agar Tak Main-main, Wapres AS Harap Hasil Negosiasi di Pakistan Positif
JD Vance mengatakan dia berharap pembicaraan perdamaian AS-Iran yang dimulai di Pakistan akan memiliki hasil yang positif.
Penulis:
Nuryanti
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu setelah lebih dari lima minggu perang.
- JD Vance mengatakan dia berharap pembicaraan perdamaian yang dimulai di Pakistan akan memiliki hasil yang "positif".
- AS dan Iran masih memiliki perbedaan yang jauh dalam pengumuman publik mereka mengenai tujuan dalam perundingan perdamaian.
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance memperingatkan Iran untuk tidak "mempermainkan" Washington dalam negosiasi yang digelar di Pakistan.
JD Vance menuju Pakistan pada Jumat (10/4/2026) untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi dengan para pejabat Iran.
JD Vance mengatakan dia berharap pembicaraan perdamaian yang dimulai di Pakistan akan memiliki hasil yang "positif".
AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu setelah lebih dari lima minggu perang.
Namun, AS dan Iran masih memiliki perbedaan yang jauh dalam pengumuman publik mereka mengenai tujuan dalam perundingan perdamaian, di mana JD Vance akan memimpin delegasi AS.
Poin-poin penting yang menjadi kendala meliputi kendali de facto Iran atas Selat Hormuz yang strategis, tuntutan AS agar Iran menyerahkan persediaan uranium yang sangat diperkaya, dan tujuan Iran untuk mencegah serangan lebih lanjut dari AS dan Israel.
“Kami akan mencoba melakukan negosiasi yang positif,” kata JD Vance kepada wartawan sebelum lepas landas dari Pangkalan Gabungan Andrews di luar Washington, Jumat, dilansir Al Arabiya.
“Jika Iran bersedia bernegosiasi dengan iktikad baik, kami tentu bersedia mengulurkan tangan. Jika mereka mencoba mempermainkan kami, maka mereka akan mendapati tim negosiasi kami tidak begitu responsif,” jelasnya.
Selat Hormuz Jadi Titik Permasalahan
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah menyebabkan harga minyak meroket, menurunkan harga saham, dan mengguncang perekonomian dunia.
Kontrol Teheran atas jalur air tersebut telah terbukti menjadi keuntungan strategis terbesarnya dalam perang ini.
Diberitakan AP News, harga spot minyak mentah Brent, standar internasional, berada di sekitar $97 pada hari Jumat, naik lebih dari 30 persen sejak perang dimulai.
Sebelum konflik, lebih dari 100 kapal melewati selat tersebut setiap hari — banyak di antaranya membawa minyak ke Asia.
Baca juga: Iran Pasang Harga Tinggi di Meja Perundingan, Trump Minta Netanyahu Kalem
Dengan adanya gencatan senjata, hanya 12 kapal yang tercatat melewati selat tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran memiliki sedikit pengaruh dalam negosiasi tersebut.
“Orang Iran tampaknya tidak menyadari bahwa mereka tidak memiliki kartu truf, selain pemerasan jangka pendek terhadap dunia dengan menggunakan jalur perairan internasional,” ungkap Trump pada hari Jumat.
Baca tanpa iklan