Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Diplomasi AS dan Iran Temui Titik Terang, Bakal Dilanjut Minggu Ini? PM Pakistan Optimis

Meski hubungan keduanya memanas, AS dan Iran dilaporkan bakal melanjutkan perundingan di Pakistan pada minggu ini. PM Pakistan beri sinyal optimis.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Drajat Sugiri

Wakil Presiden AS, JD Vance, mengklaim bahwa pemerintahannya telah berhasil mencapai target strategis dalam operasi terhadap Iran.

Vance memberikan sinyal kuat bahwa Washington siap menurunkan tensi dan mulai menarik diri dari operasi militer di wilayah tersebut.

Dalam wawancara eksklusif bersama Fox News pada Senin (13/4/2026), Vance menyebut negosiasi yang berlangsung di Pakistan telah menunjukkan progres signifikan, meski tim utusan AS meninggalkan lokasi tanpa kesepakatan formal.

Menurutnya, hasil perundingan kini sepenuhnya bergantung pada respons pemerintah Iran.

"Kami merasa sudah berada di posisi yang tepat karena target-target kami telah tercapai."

"Kami bisa mulai mengakhiri ini (operasi militer), dan tentu saja kami lebih memilih penyelesaian melalui negosiasi besar yang sukses," ungkap Vance.

Baca juga: Gangguan di Selat Hormuz Bisa Picu Bencana Pangan Global, Pengiriman Terblokir Imbas Perang Iran

Vance menyoroti kemajuan krusial dalam pembicaraan di Islamabad akhir pekan lalu, khususnya mengenai pembersihan material nuklir dan penghentian pengayaan uranium.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengklaim posisi Iran mulai melunak dan mengikuti kemauan AS.

Namun, ia menyebut para delegasi Iran belum bisa mengetuk palu karena harus berdiskusi terlebih dahulu dengan otoritas tertinggi di Teheran.

Klaim Vance ini muncul di tengah situasi panas di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump memerintahkan pemblokiran kapal-kapal di pelabuhan Iran guna memaksa negara tersebut kembali ke meja perundingan.

Kebijakan ini diambil setelah gangguan jalur minyak di kawasan tersebut memicu lonjakan harga energi global.

"Jika 'garis merah' kami mengenai program nuklir dipatuhi, maka ini akan menjadi kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak," tambah Vance.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas