Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Diplomasi AS dan Iran Temui Titik Terang, Bakal Dilanjut Minggu Ini? PM Pakistan Optimis

Meski hubungan keduanya memanas, AS dan Iran dilaporkan bakal melanjutkan perundingan di Pakistan pada minggu ini. PM Pakistan beri sinyal optimis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Drajat Sugiri

Wakil Presiden AS, JD Vance, mengklaim bahwa pemerintahannya telah berhasil mencapai target strategis dalam operasi terhadap Iran.

Vance memberikan sinyal kuat bahwa Washington siap menurunkan tensi dan mulai menarik diri dari operasi militer di wilayah tersebut.

Dalam wawancara eksklusif bersama Fox News pada Senin (13/4/2026), Vance menyebut negosiasi yang berlangsung di Pakistan telah menunjukkan progres signifikan, meski tim utusan AS meninggalkan lokasi tanpa kesepakatan formal.

Menurutnya, hasil perundingan kini sepenuhnya bergantung pada respons pemerintah Iran.

"Kami merasa sudah berada di posisi yang tepat karena target-target kami telah tercapai."

"Kami bisa mulai mengakhiri ini (operasi militer), dan tentu saja kami lebih memilih penyelesaian melalui negosiasi besar yang sukses," ungkap Vance.

Baca juga: Gangguan di Selat Hormuz Bisa Picu Bencana Pangan Global, Pengiriman Terblokir Imbas Perang Iran

Vance menyoroti kemajuan krusial dalam pembicaraan di Islamabad akhir pekan lalu, khususnya mengenai pembersihan material nuklir dan penghentian pengayaan uranium.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengklaim posisi Iran mulai melunak dan mengikuti kemauan AS.

Namun, ia menyebut para delegasi Iran belum bisa mengetuk palu karena harus berdiskusi terlebih dahulu dengan otoritas tertinggi di Teheran.

Klaim Vance ini muncul di tengah situasi panas di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump memerintahkan pemblokiran kapal-kapal di pelabuhan Iran guna memaksa negara tersebut kembali ke meja perundingan.

Kebijakan ini diambil setelah gangguan jalur minyak di kawasan tersebut memicu lonjakan harga energi global.

"Jika 'garis merah' kami mengenai program nuklir dipatuhi, maka ini akan menjadi kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak," tambah Vance.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas