Pengamat: Donald Trump Terdesak Akhiri Perang Lawan Iran
Trump sekarang sedang mengemis untuk gencatan senjata, agar perang segera diakhiri karena tekanan di dalam negeri sudah kuat
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Eko Sutriyanto
"Jadi yang butuh negosiasi saat ini sebenarnya adalah Trump, karena ada desakan kuat dari dalam negeri," jelas Faisal.
Berikut petikan wawancara khusus dengan Pengamat Timur Tengah Faisal Assegaf bersama Tribunnews;
Apa yang akan dilakukan Donald Trumph untuk menaikkan citra positifnya mungkin jelang pemilu sela nanti?
Sebenarnya yang bisa dilakukan Trump untuk menaikkan citra positifnya yang pertama ya dia harus segera keluar dari perang ini walaupun sebenarnya Amerika tuh sudah sudah kena malulah sebuah negara super power kok berperang 40 hari lawan negara yang sudah berusaha dilemahkan selama 47 tahun lewat embargo enggak mampu gitu loh.
Bisa jadi tujuan awal menumbangkan rezim mullah berbalik yang tumbang bisa jadi Trump.
Karena memang sudah ada kalau tidak salah paling tidak 30 Senator Demokrat yang sudah mengupayakan proses untuk memakzulkan Trump terakhir itu disampaikan Senator Chuck Schumer dari Partai Demokrat dia bilang minggu ini akan menjadi keempat kalinya voting untuk kalau tidak salah untuk melengserkan Trump.
Intinya, proses itu amandemen ke-25 tapi kita belum lihat apakah ini berhasil atau tidak yang jelas kan perang ini sudah merugikan Amerika secara militer maupun ekonomi ekonomi tadi karena penutupan Selat Hormuz militer itu tiap hari itu Amerika bisa mengeluarkan hampir 2 miliar dolar hanya untuk operasional perang belum amunisi belum kerugian karena pangkalan militer sudah banyak yang hancur New York Times merilis 13 dari 19 pangkalan militer Amerika di Timur Tengah itu rusak berat terakhir kan Al Jazeera yang apa merilis video kerusakan berat di pangkalan militer Amerika terbesar di Qatar di Al Udeid. (Tribun Network/Yuda).
Baca tanpa iklan