Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Netanyahu Amini Gencatan Senjata 10 Hari dengan Lebanon Tapi Ogah Tarik IDF

Netanyahu menegaskan bahwa militer Israel (IDF) tidak akan ditarik mundur sepenuhnya dan tetap akan berjaga di wilayah Lebanon selatan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Netanyahu Amini Gencatan Senjata 10 Hari dengan Lebanon Tapi Ogah Tarik IDF
Facebook GPO
PIDATO BENJAMIN NETANYAHU - Foto yang diambil dari Facebook GPO, Kamis (2/10/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Israel pada Rabu (1/10/2025). Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya menyatakan kesepakatan terkait gencatan senjata sementara selama 10 hari dengan Lebanon pada Kamis waktu setempat (16/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun menyepakati gencatan senjata sementara selama 10 hari yang dimulai pada Kamis (16/4/2026) pukul 17.00 waktu AS.
  • Kesepakatan ini tercapai setelah Presiden AS Donald Trump melakukan komunikasi intensif dengan kedua belah pihak untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama enam minggu
  • Meski sepakat gencatan senjata, Netanyahu menegaskan militer Israel (IDF) tetap akan berjaga di wilayah Lebanon selatan

 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya menyatakan kesepakatan terkait gencatan senjata sementara selama 10 hari dengan Lebanon.

Meski demikian, pengumuman ini membawa catatan kritis.

Netanyahu menegaskan bahwa militer Israel (IDF) tidak akan ditarik mundur sepenuhnya dan tetap akan berjaga di wilayah Lebanon selatan.

Kabar mengejutkan ini pertama kali diungkapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Kamis waktu setempat (16/4/2026).

Trump mengklaim telah menjalin komunikasi intens dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan PM Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan pertumpahan darah yang telah berlangsung selama enam minggu terakhir.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun dari Lebanon yang sangat dihormati, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel," tulis Trump.

"Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa demi mencapai PERDAMAIAN di antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai GENCATAN SENJATA selama 10 hari pada pukul 17.00 EST."

Sebagai informasi, jadwal gencatan senjata tersebut dimulai pukul 17.00 waktu Timur AS atau sekitar pukul 04.00 WIB keesokan harinya.

Baca juga: Trump Klaim Perang AS VS Iran Hampir Berakhir, Negosiasi Damai Segera Dilanjutkan

Syarat Mutlak Netanyahu

Walaupun menyetujui jeda kemanusiaan, Netanyahu tetap bersikeras pada prinsip keamanannya.

Ia menyatakan pasukan Israel akan tetap bercokol di Lebanon selatan dalam bentuk "zona keamanan yang diperluas".

Keberadaan militer di sana diklaim untuk mengantisipasi potensi invasi susulan serta mencegah serangan roket yang diarahkan ke wilayah Israel utara.

"Netanyahu mengatakan dia menyetujui gencatan senjata sementara selama 10 hari, tetapi menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon selatan," bunyi pernyataan resmi terkait sikap sang PM.

Di sisi lain, Lebanon menuntut penarikan total pasukan Israel. Perbedaan pandangan inilah yang membuat situasi di lapangan masih sangat cair.

Baca juga: Israel dan Lebanon Bertemu di AS Bahas Peluang Perdamaian

Respons PM Lebanon

Sementara itu Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menyambut baik langkah ini meski dengan nada duka yang mendalam atas jatuhnya ribuan korban jiwa.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas