Iran Olok-olok Kabar Pasukan AS Kekurangan Makanan di Tengah Laut
Unggahan kedutaan besar Iran tersebut menyindir peran AS di kawasan Timur Tengah, dengan menyebut tentara Amerika sebagai "kaki tangan Israel".
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Iran Olok-olok Kabar Pasukan AS Kekurangan Makanan di Tengah Laut
Ringkasan Berita:
- Iran mengejek AS terkait kabar kekurangan bahan pangan dan logistik di tengah perang Iran
- Unggahan yang menunjukan foto makanan yang disajikan kepada awak kapal USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli viral.
- Foto tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang kondisi para kru dan pelaut AS di tengah situasi peperangan.
- Apakah ini hanya propaganda—atau tanda nyata adanya krisis di dalam militer AS?
TRIBUNNEWS.COM - Iran pada Jumat (17/4/2026) mengejek Amerika Serikat (AS) karena memberi makan tentaranya porsi makanan sangat sedikit saat menjalankan tugas.
Olok-olok Iran ini terlontar saat laporan yang menunjukkan kalau kru dan pelaut di kapal perang AS yang ditempatkan di Timur Tengah sedang berjuang melawan kekurangan makanan.
Baca juga: Militer AS Kekurangan Makanan dan Logistik, Para Pelaut dan Kru di Atas Kapal Perang Kelaparan
Dalam sebuah unggahan di X, kedutaan besar Iran di Sierra Leone membagikan gambar yang menunjukkan porsi makanan yang sedikit yang diduga disajikan kepada pasukan AS.
Unggahan kedutaan besar Iran tersebut menyindir peran AS di kawasan Timur Tengah, dengan menyebut tentara Amerika sebagai "kaki tangan Israel".
"Mereka (pasukan AS) (pasti bersedia) mati untuk mereka (pasukan Israel)!", tambahnya dengan nada mengejek.
Ejekan kedutaan besar Iran ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran di antara keluarga anggota militer AS atas menipisnya persediaan dan menurunnya moral pasukan AS di laut.
Di tengah perang Iran, Iran secara signifikan meningkatkan psy-warnya lewat meme-di media sosial.
Serangkaian unggahan, termasuk video, kerap kali mengejek kedua musuhnya: AS dan Israel.
Pada hari ke-47 konflik di Asia Barat, ejekan Iran kali ini menargetkan makanan yang disajikan kepada personel yang bertugas aktif.
"Tidak ada makanan enak di meja untuk prajurit kaki-tangan Israel..." katanya.
"Mereka memang rela mati untuk itu!" tambah unggahan tersebut.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, setidaknya 13 tentara AS telah tewas, dan 365 lainnya terluka.
Baca tanpa iklan