Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Iran Ngebut Isi Ulang Rudal! Ancang-Ancang Perang Lagi Lawan AS–Israel

Iran ngebut isi ulang rudal di tengah gencatan senjata. AS tekan negosiasi, Teheran menolak. Risiko perang membesar ancam stabilitas energi global.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Iran mempercepat pengisian ulang rudal dan drone, bahkan diklaim lebih cepat dari sebelum perang, sebagai sinyal kesiapan menghadapi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
  • Penguatan dilakukan lewat fasilitas bawah tanah, pemulihan basis militer, sistem logistik tersebar, serta peningkatan produksi amunisi selama gencatan senjata.
  • Tekanan dari Donald Trump dan penolakan negosiasi oleh Iran memperkecil peluang damai, berpotensi memicu perang lebih luas dan mengganggu ekonomi global.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dilaporkan mempercepat pengisian ulang peluncur rudal dan drone militernya.

Perkembangan ini memicu kekhawatiran baru akan potensi pecahnya kembali konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, terutama di tengah kondisi gencatan senjata yang dinilai masih rapuh.

Adapun eskalasi ini berakar dari serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang bertujuan melemahkan kemampuan serangan rudal Teheran.

Namun, pernyataan terbaru dari pihak Iran justru menunjukkan bahwa kekuatan militernya tidak hanya pulih, tetapi juga meningkat dalam waktu relatif singkat.

Komandan Angkatan Udara Garda Revolusi Iran, Majid Mousavi, menyatakan bahwa kecepatan pengisian ulang peluncur rudal dan drone kini lebih tinggi dibandingkan sebelum perang. 

Ia menegaskan bahwa peningkatan ini menjadi indikator kesiapan Iran menghadapi kemungkinan konflik lanjutan.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam rekaman video yang dirilis media pemerintah, Mousavi terlihat meninjau fasilitas rudal bawah tanah yang berisi drone, peluncur, serta sistem persenjataan siap tempur.

Video tersebut juga memperlihatkan simulasi peluncuran rudal dari darat, yang memperkuat klaim kesiapan operasional militer Iran.

Menurut Mousavi, kondisi ini berbanding terbalik dengan pihak lawan. Ia mengklaim bahwa musuh Iran belum mampu memulihkan kekuatan militernya selama masa gencatan senjata dan masih bergantung pada pasokan amunisi dari luar negeri.

“Tidak seperti Iran, musuh belum mampu membangun kembali amunisinya selama gencatan senjata,” kata Mousavi dalam wawancaranya.

“Selama gencatan senjata, kecepatan kami dalam memperbarui dan mengisi ulang landasan peluncuran rudal dan drone bahkan lebih cepat daripada sebelum perang," Ujarnya.

 Cara Iran Percepat Pengisian Ulang Rudal

Adapun percepatan pengisian ulang tersebut disebut sebagai hasil dari sistem pertahanan yang telah dibangun secara berlapis selama bertahun-tahun.

Baca juga: Israel-AS Siaga Hadapi Runtuhnya Gencatan Senjata, Ancam Targetkan Fasilitas Energi Iran

Salah satu faktor utama adalah pemanfaatan fasilitas militer bawah tanah yang tersebar di berbagai lokasi strategis, yang memungkinkan penyimpanan, perakitan, hingga distribusi rudal dan drone dilakukan secara cepat dan terlindungi dari serangan udara.

Selain itu, Iran tidak sepenuhnya membangun ulang kekuatan militernya dari nol pasca serangan sebelumnya. Fokus diarahkan pada pemulihan fasilitas yang rusak agar dapat segera dioperasikan kembali.

Strategi ini dinilai lebih efisien karena memanfaatkan infrastruktur yang masih layak, sehingga mempercepat kesiapan tempur.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas