Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bantah Rumor Kritis,Pejabat Iran Tegaskan Pemimpin Baru Mojtaba Khamenei Hanya Cedera Ringan

Iran bantah isu kritis Mojtaba Khamenei, sebut hanya cedera ringan. Spekulasi memanas di tengah serangan AS–Israel yang tewaskan ribuan warga sipil.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Iran menegaskan Mojtaba Khamenei hanya cedera ringan akibat ledakan. Pemerintah menyebut kondisinya stabil dan tetap menjalankan tugas sebagai pemimpin.
  • Minimnya kemunculan publik memicu rumor mulai dari cedera parah hingga koma. Otoritas menilai isu tersebut tidak akurat dan berpotensi mengganggu stabilitas internal.
  • Serangan Amerika Serikat dan Israel menewaskan 3.375 warga sipil, meningkatkan risiko krisis regional dan gangguan stabilitas global.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Iran kembali menjadi sorotan setelah pejabat pemerintah memastikan kondisi pemimpin barunya, Mojtaba Khamenei, pasca serangan udara yang menargetkan kompleks kediamannya.

Dalam keterangan resmi, otoritas Iran menegaskan bahwa cedera yang dialami hanya bersifat ringan.

Pejabat Iran, Azim Ebrahimpour, menyatakan bahwa Mojtaba berada di lokasi saat serangan terjadi. Ia dilaporkan mengalami luka di bagian kaki akibat gelombang kejut dari ledakan rudal.

Meski demikian, kondisi tersebut disebut tidak serius dan tidak mengganggu kemampuannya dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin.

Pemerintah Iran juga membantah berbagai laporan yang menyebut kondisi Khamenei lebih parah. 

Ebrahimpour menilai informasi tersebut tidak akurat dan berpotensi memicu spekulasi yang dapat mengganggu stabilitas internal negara.

Rekomendasi Untuk Anda

Insiden ini terjadi setelah serangan udara yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Teheran pada akhir Februari lalu.

Dalam rangkaian peristiwa tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas. Tidak lama setelah itu, tepatnya pada 9 Maret Mojtaba Khamenei diangkat sebagai penggantinya.

Spekulasi Kondisi Pemimpin Menguat

Namun sejak pengangkatan itu Mojtaba diketahui hanya menyampaikan dua pernyataan tertulis tanpa disertai rekaman suara atau penampilan visual. Situasi ini dinilai tidak biasa di tengah kemajuan teknologi komunikasi saat ini.

Sejumlah pihak bahkan mempertanyakan validitas kepemimpinannya. Beberapa spekulasi berkembang di ruang publik, termasuk keraguan apakah ia benar-benar memegang kendali pemerintahan.

Di media sosial, muncul berbagai narasi liar yang memperkeruh situasi. Bahkan ada klaim menyebut bahwa Khamenei mengalami cedera serius akibat serangan udara, termasuk dugaan kehilangan salah satu kaki.

Beberapa laporan lain yang dikutip Impressive Times menyebut kemungkinan kondisi Mojtaba yang berada dalam kondisi koma atau tidak mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara aktif.

Baca juga: Kondisi Mojtaba Khamenei Diisukan Kritis, Kekuasaan Iran Dipertanyakan di Tengah Gencatan Senjata

Selain itu, muncul pula narasi yang menyebut Khamenei mengalami luka berat hingga harus dirawat secara intensif dan terisolasi, sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan pejabat tinggi negara.

Dugaan ini diperkuat oleh laporan yang menyebut tidak adanya respons langsung dari Khamenei dalam pengambilan keputusan penting.

Meski demikian, pemerintah Iran berupaya meredam spekulasi tersebut dengan menampilkan citra Mojtaba Khamenei melalui baliho besar di berbagai sudut Teheran.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas