Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Israel sepertinya Ingin Perundingan Gagal, IEA Peringatkan Krisis Energi Terbesar dalam Sejarah

Sebagai langkah darurat, IEA menyetujui pelepasan cadangan minyak sebanyak 400 juta barel, sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Willem Jonata
zoom-in Israel sepertinya Ingin Perundingan Gagal, IEA Peringatkan Krisis Energi Terbesar dalam Sejarah
Sana
PERANG IRAN. Foto dari SANA menunjukkan Fasilitas gas Habshan di Abu Dhabi. Serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran kembali menghantam fasilitas energi strategis di kawasan Teluk.Target serangan mencakup fasilitas gas di Uni Emirat Arab (UEA) dan kilang minyak di Kuwait pada Jumat (3/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Delegasi AS dilaporkan menuju Islamabad, Pakistan, untuk melakukan perundingan. Namun, Teheran memberi sinyal kuat bahwa mereka tidak berniat hadir dalam pertemuan
  • Kondisi buntu ini disinyalir menjadi skenario yang diharapkan Israel. Laporan dari berbagai analis menyebut bahwa pemerintah Benjamin Netanyahu lebih memilih perundingan di Islamabad gagal
  • Eskalasi konflik Amerika Serikat-Israel melawan Iran memicu guncangan hebat pada pasar minyak dan gas global yang melampaui krisis sebelumnya

 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah ancaman kelangkaan energi global, upaya diplomatik untuk meredam konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran, justru berada di ambang kegagalan.

Delegasi Amerika Serikat dilaporkan menuju Islamabad, Pakistan, untuk melakukan perundingan tingkat tinggi. Namun, Teheran memberikan sinyal kuat bahwa mereka tidak berniat hadir dalam pertemuan tersebut.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa rakyat Iran tidak akan pernah menyerah pada paksaan.

Baca juga: Jengkel Selalu Dikritik Soal Perang Iran, Trump: Saya Sama Sekali Tidak di Bawah Tekanan!

Melalui akun media sosialnya, Pezeshkian menyebut sinyal dari pejabat AS sebagai "pesan pahit" yang menuntut penyerahan diri Iran, alih-alih dialog yang bermakna.

"Ketidakpercayaan historis yang mendalam terhadap perilaku pemerintah AS tetap ada. Mereka mencari penyerahan diri Iran, tapi warga Iran tidak akan tunduk pada kekerasan," tegas Pezeshkian, seperti diberitakan Press TV.

Rekomendasi Untuk Anda

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menambahkan bahwa Teheran belum memiliki rencana untuk mengikuti putaran kedua pembicaraan, setelah negosiasi sebelumnya pada 11-12 April, gagal membuahkan kesepakatan.

Ketegangan semakin meruncing akibat blokade laut yang dilakukan AS di pelabuhan-pelabuhan Iran dan penyitaan kapal-kapal tanker.

Blokade di Selat Hormuz ini dianggap sebagai salah satu penghambat utama kemajuan diplomasi.

Pengamat menilai Presiden Donald Trump melakukan "salah perhitungan" dengan menuntut Iran menyerah saat meminta pembukaan jalur selat tersebut.

Kondisi buntu ini disinyalir menjadi skenario yang diharapkan oleh Israel. Laporan dari berbagai analis menyebutkan bahwa pemerintah Benjamin Netanyahu lebih memilih agar perundingan di Islamabad gagal.

Hal ini dilakukan agar Israel dapat melanjutkan agenda militer mereka untuk melumpuhkan infrastruktur di Iran maupun Lebanon tanpa hambatan kesepakatan internasional.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan terus melontarkan ancaman terhadap pemimpin Hezbollah, Naim Qassem, dan mendesak pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata kelompok tersebut sebagai syarat melanjutkan pembicaraan.

Dengan posisi Iran yang menolak berunding di bawah tekanan blokade dan ambisi militer Israel yang terus meningkat, masa depan keamanan energi dunia kini berada dalam titik paling kritis.

Dalam situasi tersebut, Kepala Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, mengeluarkan peringatan keras bahwa dunia di ambang krisis energi terbesar sepanjang sejarah. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas