Mengapa Trump Selalu Berubah Sikap di Perang Iran? Analis Sebut AS Bisa Terjebak
Gaya plin-plan kembali ditunjukkan oleh Presiden AS, Donald Trump soal perang di Iran. Analis menyebut AS bisa terjebak karena gayanya.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Sikap berubah-ubah kembali ditunjukkan Presiden AS, Donald Trump tentang perang di Iran.
- Sebelumnya, Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan memperpanjang waktu gencatan senjata dengan Iran pada Selasa (21/4/2026) pagi.
- Di malam harinya, Trump mengumumkan bahwa ia memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu yang ditentukan.
- Mengapa Trump selalu menunjukkan sikap plin-plan terkait perang di Iran?
TRIBUNNEWS.COM - Sikap plin-plan kembali ditunjukkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tentang perang Iran.
Sebelumnya, Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan memperpanjang waktu gencatan senjata dengan Iran.
Menurut Trump, Iran harus mau bernegosiasi dengan AS karena ia memiliki kesepakatan yang bagus.
"Saya rasa mereka tidak punya pilihan," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Squawk Box CNBC, Selasa (21/4/2026) pagi.
"Kita telah melumpuhkan angkatan laut mereka, kita telah melumpuhkan angkatan udara mereka, kita telah melumpuhkan para pemimpin mereka," lanjutnya.
Trump menegaskan tidak ada kata "perpanjangan waktu" untuk gencatan senjata yang sudah berjalan selama dua pekan terakhir.
"Saya tidak ingin melakukan itu (gencatan senjata)," tegasnya.
Namun, belum ada 24 jam sejak pernyataan tersebut, Trump berubah pikiran.
Trump pada Selasa (21/4/2026) malam mengumumkan bahwa ia memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu yang ditentukan.
Mengutip Axios, pengumuman ini disampaikan beberapa jam sebelum gencatan senjata akan berakhir.
Meskipun langkah tersebut menandakan bahwa Trump belum siap untuk melanjutkan perang, hal itu berisiko mengurangi pengaruhnya.
Baca juga: Negara Arab Tuntut Iran Bayar Ganti Rugi Perang, Dampak Selat Hormuz Jadi Sorotan
Trump menulis di Truth Social bahwa ia membuat keputusan tersebut atas permintaan mediator Pakistan — kepala militer Marsekal Lapangan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
"Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sangat terpecah belah, kami diminta untuk menunda serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang terpadu," tulis Trump.
Gencatan senjata, lanjut Trump, akan berlangsung sampai proposal Iran diajukan, dan diskusi diselesaikan, baik dengan cara apa pun.
Trump mengatakan dia telah mengarahkan militer AS untuk melanjutkan blokade angkatan laut di pelabuhan Iran dan "tetap siap dan mampu" untuk melanjutkan perang jika diperlukan.
Baca tanpa iklan