Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Militer AS Batal Pensiunkan Pesawat Tempur A-10 setelah Pertempuran di Iran

Angkatan Udara AS menunda pensiun pesawat A-10 hingga setidaknya 2030 karena masih dibutuhkan dalam operasi tempur, termasuk melawan Iran.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama

Dalam Operasi Epic Fury, A-10 digunakan untuk menyerang kapal cepat Iran di Selat Hormuz dan membantu penegakan blokade militer AS terhadap pelabuhan Iran.

Pesawat ini juga terlibat dalam misi penyelamatan awak pesawat tempur F-15 AS yang ditembak jatuh di Iran awal bulan ini.

Dalam misi tersebut, A-10 menjalankan peran "Sandy", yaitu kode panggilan untuk operasi pencarian dan penyelamatan tempur yang berasal dari era Perang Vietnam.

Salah satu A-10 dilaporkan rusak akibat tembakan musuh, memaksa pilotnya melontarkan diri, namun berhasil mendarat di wilayah sekutu.

Sejak diperkenalkan, A-10 telah terlibat dalam berbagai konflik di Timur Tengah dan Eropa.

Pesawat ini, yang diproduksi oleh Fairchild Republic, awalnya dirancang sebagai penghancur tank untuk menghadapi kendaraan lapis baja Soviet.

A-10 dapat dipersenjatai dengan roket, rudal, dan bom untuk mendukung operasi pasukan darat.

Keluhan Seputar A-10

Rekomendasi Untuk Anda

Mengutip EurAsian Times, dalam beberapa tahun terakhir, Angkatan Udara AS menilai A-10 terlalu lambat dan mahal dalam hal perawatan.

USAF berpendapat bahwa anggaran miliaran dolar untuk pemeliharaan A-10 dapat dialihkan ke program modern, seperti pembom siluman B-21 Raider, jet tempur generasi berikutnya F-47, serta pengembangan rudal hipersonik.

Dalam proposal anggaran 2026, USAF bahkan mengajukan dana sebesar 57 juta dolar AS untuk mempensiunkan seluruh 162 unit A-10 pada akhir tahun fiskal 2026, dua tahun lebih cepat dari rencana sebelumnya.

Namun, upaya tersebut secara konsisten ditolak oleh Kongres AS yang khawatir penghentian A-10 akan menghilangkan kemampuan dukungan udara jarak dekat dari inventaris militer.

Sebagai referensi, Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) Desember 2025 menolak rencana penghentian tersebut dan melarang penggunaan dana untuk mengurangi jumlah A-10 di bawah 103 unit hingga setidaknya 30 September 2026.

Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, USAF memutuskan tidak mengajukan pengurangan jumlah A-10.

Keputusan ini juga muncul menjelang rilis rencana anggaran 2027 yang sebelumnya diperkirakan kembali akan mengusulkan pensiun pesawat tersebut.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas