Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ahli Militer China Telaah Titik Lemah Militer AS Perang Melawan Iran

Para ahli militer Tiongkok menelaah titik lemah amunisi AS yang terungkap akibat perang melawan Iran.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Ahli Militer China Telaah Titik Lemah Militer AS Perang Melawan Iran
TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA
PENGERAHAN MILITER AS - Sejumlah media Amerika melaporkan kalau militer Amerika Serikat (AS) telah memberitahu kantor kepresidenan AS. 

Ringkasan Berita:
  • Para ahli militer Tiongkok menelaah titik lemah militer AS perang melawan Iran.
  • Lembaga kajian memperingatkan bahwa kekurangan senjata dapat membuat pasukan Amerika rentan dalam konflik di masa depan, dan pengamat Tiongkok setuju.
  • Kurangnya persiapan militer AS melawan Iran serta basis industri persenjataan Amerika yang lemah ikut jadi masalah.

TRIBUNNEWS.COM, CHINA -  Menurut pengamat militer China Tiongkok menipisnya persediaan amunisi militer Amerika Serikat  (AS) akibat perang melawan Iran.

Dan terutama karena terbatasnya kapasitas produksi amunisi akan menjadi kelemahan AS jika menghadapi musuh yang lebih kuat dalam perang.

Selama 39 hari perang sebelum gencatan senjata dengan Iran, AS diperkirakan telah menggunakan sekitar setengah dari rudal pertahanan udara Patriot dan pencegat Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) jarak jauhnya .

Persediaan rudal pencegat Standard Missile 3 (SM-3) dan Standard Missile 6 (SM-6) yang diluncurkan dari kapal juga telah menurun secara signifikan, menurut laporan yang diterbitkan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pada Rabu (22/4/2026) kemarin.

Sementara itu, militer AS telah menggunakan antara 40 hingga 70 dari 90 Rudal Serangan Presisi (PrSM), amunisi tercanggih yang dikembangkan untuk peluncur roket ganda Himar.

Laporan lembaga kajian tersebut juga mengungkapkan bahwa lebih dari seperempat dari 3.100 rudal jelajah Tomahawk dan hampir seperempat dari 4.400 rudal siluman Joint Air-to-Surface Standoff Missiles (JASSM) telah ditembakkan.

Rekomendasi Untuk Anda

CSIS memperingatkan bahwa penipisan tersebut akan semakin membatasi pasukan AS jika terjadi konflik dalam waktu dekat, mengingat persediaan pra-perang yang tidak mencukupi.

“Perang melawan pesaing setara yang mumpuni seperti China akan menghabiskan amunisi dengan laju yang lebih besar.”

Meskipun Pentagon telah menandatangani serangkaian kontrak yang akan membantu memperluas produksi rudal tahun ini, jangka waktu pengiriman untuk mengganti ketujuh sistem ini akan memakan waktu tiga hingga lima tahun, bahkan dengan peningkatan kapasitas, menurut laporan tersebut.

Ahli Militer China: Persiapan AS Buruk

Para analis China Tiongkok mengatakan kekurangan amunisi militer AS disebabkan oleh kurangnya pandangan ke depan di Washington dan persiapan yang buruk untuk konflik tersebut, serta basis industri Amerika yang lemah.

“Basis industri pertahanan AS masih menghadapi masalah kapasitas produksi yang tidak mencukupi. Kecepatan produksi mereka tidak akan pernah bisa mengimbangi tingkat konsumsi militer AS,” kata Pakar Militer China, Wei Dongxu, kepada stasiun televisi pemerintah CCTV, Kamis (23/4/3036).

Wei mengatakan bahwa AS akan menghadapi kekurangan teknis yang signifikan ketika berhadapan dengan perang intensitas tinggi melawan musuh yang lebih mumpuni.

Seraya mencatat bahwa investasi yang beragam dan sumber daya yang tersebar di industri pertahanan AS telah menghambat kapasitas produksinya.

AS boros pakai amunisi

Peneliti Militer, Liu Yi mencatat bahwa   asumsi militer AS tentang perang yang singkat dan menentukan, persiapan dan pengadaan amunisi ofensif jauh melampaui persiapan dan pengadaan amunisi defensif.

Dalam analisis yang diterbitkan oleh majalah militer Modern Ships, Liu menggemakan laporan CSIS, yang mengungkapkan tingkat konsumsi amunisi defensif yang lebih tinggi, seperti THAAD, Patriot, dan SM-3, dibandingkan dengan amunisi ofensif.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas