Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Indonesia–Australia Perkuat Kolaborasi, Mahasiswa RI Bisa Kuliah Sambil Kerja di Cairns

Mahasiswa bidang penerbangan bisa mendapatkan pengalaman di Bandara Cairns sementara mahasiswa kelautan dapat terlibat langsung dengan operator wisata

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Indonesia–Australia Perkuat Kolaborasi, Mahasiswa RI Bisa Kuliah Sambil Kerja di Cairns
Tribunnews.com/Fauzi Nur Alamsyah
PENDIDIKAN - Vice Chair Australia Indonesia Business Council David Widjaja dan Chief Executive Officer (CEO) Study Cairns Suha McCartney (kanan ke kiri) ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kota wisata di negara bagian Queensland, diproyeksikan sebagai salah satu destinasi unggulan yang menawarkan kombinasi pendidikan berkualitas
  • Sebagai kota wisata, Cairns memiliki beragam peluang kerja, khususnya di sektor perhotelan, pariwisata.
  • Mahasiswa Indonesia memiliki peluang untuk bekerja sejak masih menjalani masa studi

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Upaya mempererat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Australia kembali diperkuat melalui kunjungan delegasi Study Cairns ke Jakarta, setelah menyambangi Bali dan Makassar, Sulawesi Selatan. Kehadiran mereka bukan sekadar agenda promosi, melainkan membuka pintu peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia yang ingin merasakan pengalaman belajar di luar negeri sambil membangun karier sejak dini. Cairns, kota wisata di negara bagian Queensland, diproyeksikan sebagai salah satu destinasi unggulan yang menawarkan kombinasi pendidikan berkualitas dan kesempatan kerja nyata bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia.

Baca juga: Prabowo-PM Albanese Berbincang Lewat Telepon, Bahas RI Ekspor 250 Ribu Ton Pupuk ke Australia

Vice Chair Australia Indonesia Business Council, David Widjaja, menjelaskan bahwa Study Cairns merupakan asosiasi yang menaungi berbagai institusi pendidikan di Cairns. Menurutnya, tujuan utama kunjungan ini adalah memperkenalkan potensi kota tersebut sebagai tempat ideal bagi pelajar Indonesia untuk belajar sekaligus bekerja.

“Tujuan kami datang ke Indonesia untuk memperkenalkan Cairns sebagai kota yang punya banyak kesempatan bagi anak-anak kita untuk belajar sambil bekerja,” ujar David saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan, sebagai kota wisata, Cairns memiliki beragam peluang kerja, khususnya di sektor perhotelan, pariwisata, hingga layanan kesehatan. Hal ini dinilai menjadi nilai tambah bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman profesional selama menempuh pendidikan.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Study Cairns, Suha McCartney, menilai mahasiswa Indonesia memiliki reputasi yang sangat baik di Australia. Ia menyebut pelajar Indonesia dikenal berdedikasi tinggi, mudah beradaptasi, dan memiliki semangat belajar yang kuat.

Rekomendasi Untuk Anda

“Mahasiswa Indonesia sangat dihormati di seluruh Australia, tidak hanya di Cairns,” ungkapnya.

Suha juga menegaskan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki peluang untuk bekerja sejak masih menjalani masa studi. Penempatan kerja bahkan dapat disesuaikan dengan bidang keilmuan yang dipelajari.

Sebagai contoh, mahasiswa di bidang penerbangan berkesempatan mendapatkan pengalaman di Bandara Cairns, sementara mahasiswa kelautan dapat terlibat langsung dengan operator wisata bahari. Hal ini memungkinkan mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mempraktikkan keterampilan mereka di dunia kerja nyata.

“Mahasiswa Indonesia memiliki kesempatan untuk bekerja sambil mereka belajar. Di Cairns, kami memiliki jalur bagi mereka untuk mempraktikkan keterampilan mereka bersamaan dengan kursus yang mereka pelajari dengan pemberi kerja lokal yang sesuai dengan bidang ilmu tersebut,” jelas Suha.

Baca juga: Beasiswa Australia Awards 2025 untuk S2 S3, Gratis Biaya Hidup dan Pendidikan

Lebih lanjut, ia menyebut mahasiswa program Master dan PhD juga memiliki peluang untuk bekerja penuh waktu, selama mampu mengatur keseimbangan antara studi dan pekerjaan.

Di sisi lain, David Widjaja mengakui bahwa minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi ke luar negeri terus meningkat. Meski demikian, ia tidak menampik adanya tantangan, terutama dalam proses pengurusan visa.

“Artinya kalau dibilang bisa, ya bisa. Minat anak-anak kita sangat besar,” katanya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membuka akses pendidikan global yang lebih inklusif, sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Australia di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas