Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pertahanan Udara Iran Berbunyi di Tengah Gencatan Senjata, Teheran Kembali Diserang?

Suara sistem pertahanan udara di Teheran dan beberapa kota Iran lainnya berbunyi lagi. Apakah Iran kembali diserang?

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Sistem pertahanan udara Iran kembali berbunyi di tengah gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Suara itu memecah keheningan di Teheran dan sejumlah kota di Iran belakangan ini memicu tanda tanya besar.

Berdasarkan laporan dari berbagai sumber, ternyata yang membuat sistem pertahanan udara berbunyi adalah kemunculan kendaraan udara mikro dan drone kecil jenis "Orbiter".

Keduanya terdeteksi menyusup di beberapa titik wilayah Iran.

Meski status saat ini adalah gencatan senjata, militer Iran tampaknya tidak mau kecolongan dan tetap berada dalam status siaga satu.

Seorang pakar militer mengungkapkan bahwa dalam kondisi gencatan senjata, operator pertahanan udara justru diperintahkan untuk jauh lebih sensitif.

Rekomendasi Untuk Anda

"Setiap ada cahaya aneh, objek mencurigakan, atau sinyal sekecil apa pun di langit, mereka harus langsung merespons," ujarnya, mengutip WANA News Agency.

Tak hanya sistem rudal di darat, jet tempur MiG-29 juga dikabarkan terus berpatroli di perimeter udara ibu kota.

Suara gemuruh yang didengar warga kemungkinan besar berasal dari aktivitas intersepsi rutin pesawat tempur ini terhadap drone-drone liar yang mencoba masuk.

Selain faktor ancaman, suara-suara tersebut juga dipicu oleh kegiatan teknis.

Masa gencatan senjata ini dimanfaatkan militer Iran untuk melakukan overhaul atau perbaikan besar-besaran pada sistem radar dan alutsista mereka.

Baca juga: Iran Aktifkan Sistem Pertahanan Udara di Teheran pada Kamis Malam, Ada Serangan Drone?

Pemasangan alat baru tentu memerlukan uji coba lapangan yang menimbulkan suara operasional.

Menariknya, Iran kini tengah mengubah strategi pertahanan udara mereka.

Jika dulu mereka menggunakan sistem "Laba-laba" yang terpusat, kini mereka beralih ke struktur "Mosaik".

Strategi "Mosaik" ini mengandalkan unit-unit lokal yang bisa bekerja secara mandiri tanpa harus menunggu komando pusat.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas