Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jurnalis AS Merasa Dikhianati hingga Kritik Trump, Akui Tak Benci Presiden AS tapi Perang Iran

Tucker Carlson mengatakan tidak membenci Presiden Donald Trump, tapi perang yang dilancarkan AS ke Iran.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nuryanti
Editor: Endra Kurniawan

Ringkasan Berita:
  • Jurnalis AS merasa dikhianati saat mengkritik perang AS terhadap Iran.
  • Tucker Carlson mengatakan tidak membenci Presiden Donald Trump, tapi perang yang dilancarkan AS ke Iran.
  • Sebelumnya, Tucker Carlson merupakan salah satu sekutu media Trump yang paling terkemuka.

TRIBUNNEWS.COM - Seorang jurnalis Amerika Serikat (AS) mengatakan dia merasa "dikhianati" saat mengkritik perang Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.

Jurnalis yang merasa dikhianati itu yakni komentator politik dan mantan pembawa acara Fox News, Tucker Carlson.

Dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal, Carlson mengatakan, “Saya tidak membenci Trump. Saya membenci perang ini dan arah yang diambil pemerintah AS."

Ia menambahkan bahwa “Saya merasa dikhianati.”

Laporan tersebut menyatakan bahwa Tucker Carlson menentang operasi AS pada 3 Januari 2026 di Venezuela yang menyebabkan penangkapan Presiden Nicolas Maduro, dan menambahkan bahwa ia sekarang adalah "penentang paling terkemuka dari perang Iran" yang diprakarsai oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026.

“Mengapa pemerintah AS tidak bisa bertindak atas nama warganya sendiri?” tanya Carlson sebelum menambahkan, “Ini adalah masalah antargenerasi yang tidak dimulai dengan Trump.”

Rekomendasi Untuk Anda

“Justru, Trump membuktikan bahwa sistem itu lebih kuat daripada dirinya,” ujarnya.

Awal bulan ini, Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa Tucker Carlson adalah "orang ber-IQ rendah" yang "selalu mudah dikalahkan" dan "sangat dilebih-lebihkan."

Sebelumnya, Tucker Carlson merupakan salah satu sekutu media Trump yang paling terkemuka.

Pada Konvensi Nasional Partai Republik tahun 2024, ia mengatakan bahwa selamatnya Trump dari upaya pembunuhan selama kampanye sama dengan "campur tangan ilahi," yang menyiratkan bahwa Tuhan telah melindunginya untuk suatu tujuan.

Perang AS-Israel Lawan Iran

Diberitakan Al Jazeera, prospek terobosan diplomatik dalam perang AS-Israel dengan Iran tampaknya telah meredup.

Sebab, negosiasi untuk mengakhiri konflik dua bulan tersebut terhenti karena baik Teheran maupun Washington menunjukkan sedikit tanda-tanda melonggarkan posisi mereka.

Baca juga: Trump Sebut Penembakan Tak Akan Halanginya dari Perang Lawan Iran, Singgung Kemenangan

Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan yang direncanakan ke Islamabad oleh utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang memberikan pukulan telak bagi prospek perdamaian.

Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, meninggalkan Pakistan pada akhir pekan.

Di sana, ia mempresentasikan kerangka kerja potensial kepada para mediator untuk mengakhiri konflik.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas