Pemimpin Dunia Kecam Penembakan di Acara Gedung Putih yang Dihadiri Trump
Atas kejadian mencekam ini, para pemimpin dunia menyatakan keterkejutan mereka dan mengutuk keras serangan terhadap institusi demokrasi
Penulis:
Bobby W
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Presiden Donald Trump dan sejumlah pejabat tinggi dievakuasi secara mendadak dari acara WHCA Dinner setelah terdengar tembakan di area hotel Washington Hilton.
- Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun satu agen Secret Service tertembak dari jarak dekat dan berhasil selamat berkat penggunaan rompi antipeluru
- Para pemimpin dunia, termasuk dari Inggris, Prancis, Israel, hingga Uni Eropa, mengutuk keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa kekerasan tidak memiliki tempat dalam demokrasi
TRIBUNNEWS.COM – Gelombang kecaman internasional mengalir deras setelah insiden penembakan yang mengguncang acara malam gala media White House Correspondents' Association (WHCA) Dinner di hotel Washington Hilton, Sabtu (25/4/2026) waktu setempat.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, kepanikan luar biasa melanda lokasi kejadian ketika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama Ibu Negara Melania Trump dan sejumlah pejabat tinggi negara harus dievakuasi secara mendadak.
Evakuasi dilakukan setelah terdengar rentetan suara tembakan di dekat area pemeriksaan keamanan (magnetometer) di luar ruang ballroom utama.
Agen Secret Service bertindak cepat dengan mengamankan Presiden dan melumpuhkan pelaku yang diketahui bernama Cole Tomas Allen (31), seorang pria asal Torrance, California.
Saat beraksi, pelaku membawa sebuah senapan laras panjang, pistol, dan beberapa bilah pisau.
Baca juga: Pelaku Penembakan Jamuan Trump Teridentifikasi, Masuk Daftar Tamu Hotel
Meski satu agen Secret Service tertembak dari jarak dekat, ia berhasil selamat berkat rompi antipeluru.
Atas kejadian mencekam ini, para pemimpin dunia menyatakan keterkejutan mereka dan mengutuk keras serangan terhadap institusi demokrasi.
Berikut adalah pernyataan resmi para pemimpin dunia terkait insiden tersebut:
1. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer
Keir Starmer menyatakan dirinya sangat terkejut dengan laporan dari Washington. Ia menegaskan perlindungan terhadap institusi demokrasi dan media.
"Saya Terkejut dengan adegan di Jamuan Makan Malam Koresponden Gedung Putih di Washington semalam. Setiap serangan terhadap institusi demokrasi atau kebebasan pers harus dikutuk sekeras mungkin."
2. Presiden Prancis, Emmanuel Macron
Emmanuel Macron menyampaikan dukungan penuh kepada Donald Trump dan menganggap kekerasan tersebut sebagai ancaman bagi demokrasi.
"Kekerasan tidak memiliki tempat dalam demokrasi. Hal ini tidak dapat diterima. Saya memberikan dukungan penuh saya kepada Donald Trump."
3. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu
Bersama sang istri, Sara, Netanyahu mengungkapkan kelegaan karena rombongan kepresidenan AS berhasil selamat dari upaya penyerangan tersebut.
"Saya terkejut dengan upaya pembunuhan Trump. Kami lega karena Presiden dan Ibu Negara AS selamat dan kuat. Kami mengirimkan doa untuk pemulihan penuh dan cepat bagi petugas polisi yang terluka dan memberi hormat kepada Secret Service AS atas tindakan mereka yang cepat dan tegas."
Baca juga: Jurnalis AS Merasa Dikhianati hingga Kritik Trump, Akui Tak Benci Presiden AS tapi Perang Iran
4. Perdana Menteri India, Narendra Modi
Baca tanpa iklan