Satu Tahun usai Serangan Teror, Pariwisata Pahalgam Kembali Menggeliat
Kawasan wisata Pahalgam mulai pulih satu tahun setelah serangan teroris 22 April 2025 yang menewaskan 26 orang.
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Kawasan wisata Pahalgam mulai pulih satu tahun setelah serangan teroris 22 April 2025 yang menewaskan 26 orang, dengan wisatawan domestik dan internasional kembali berdatangan.
- Serangan tersebut dikaitkan dengan The Resistance Front, memicu penutupan puluhan destinasi dan peningkatan pengamanan sebelum akhirnya sektor pariwisata dibuka kembali.
- Pemulihan Pahalgam mencerminkan ketahanan menghadapi terorisme di tengah ketegangan dengan Pakistan, sekaligus menjadi simbol kebangkitan sektor wisata.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setahun setelah serangan teroris mematikan di Pahalgam, Kashmir, kawasan wisata yang sempat terguncang, kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Wisatawan domestik maupun internasional kembali datang.
Dikutip dari IOL, Senin (27/4/2026), praktisi media Zingisa Mkhuma menyoroti kebangkitan Pahalgam tepat satu tahun setelah serangan brutal pada 22 April 2025 yang menewaskan 26 orang, sebagian besar wisatawan, di padang rumput destinasi wisata populer tersebut.
India menyalahkan serangan itu kepada kelompok Front Perlawanan (TRF), yang disebut berbasis di wilayah Kashmir bagian Pakistan.
Menurut otoritas India, kelompok tersebut telah lama terlibat dalam berbagai aksi kekerasan lintas batas.
Laporan India juga menyebut adanya bukti dokumenter yang mengaitkan Pakistan dengan serangkaian serangan teroris di wilayah India. Departemen Kehakiman Amerika Serikat disebut telah mengklasifikasikan TRF sebagai organisasi teroris.
Pasca-serangan, berbagai negara dan organisasi internasional menyampaikan kecaman terhadap aksi terorisme tersebut.
Afrika Selatan, melalui Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama (DIRCO), menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban serta menegaskan penolakan terhadap terorisme dalam segala bentuk.
Solidaritas kepada India
Kongres Nasional Afrika (ANC) juga menyampaikan solidaritas kepada India, sementara sejumlah organisasi Hindu Afrika Selatan menggelar aksi dukungan bagi para korban.
Menurut Mkhuma, serangan Pahalgam sempat memukul sektor pariwisata India secara langsung, termasuk penutupan sekitar 50 lokasi wisata di Jammu dan Kashmir.
Namun, setelah peningkatan pengamanan secara signifikan di kawasan tersebut, berbagai destinasi wisata secara bertahap dibuka kembali.
Setahun kemudian, Pahalgam mulai pulih, dengan wisatawan kembali berdatangan ke kawasan yang dikenal sebagai “mini Swiss” tersebut.
Hubungan India-Pakistan
Mkhuma juga mengaitkan kebangkitan ini dengan pola ketahanan India dalam menghadapi ancaman terorisme selama beberapa dekade, termasuk serangan besar seperti tragedi Mumbai 2008 yang menewaskan 166 orang.
Hubungan India dan Pakistan sendiri tetap dibayangi ketegangan historis sejak pemisahan tahun 1947, konflik Kashmir, serta berbagai bentrokan militer dan aksi terorisme.
Baca tanpa iklan