Update Kasus Penembakan Trump: Pelaku Terancam Pasal Percobaan Pembunuhan
Jaksa Federal Washington menyatakan pelaku akan didakwa atas penyerangan terhadap petugas federal dan penggunaan senjata api untuk kekerasan
Penulis:
Bobby W
Editor:
Febri Prasetyo
Meskipun dakwaan belum diajukan secara resmi, Jaksa Federal Washington, Jeanine Pirro, menyatakan bahwa Allen akan didakwa atas penyerangan terhadap petugas federal dan penggunaan senjata api untuk melakukan tindak kekerasan.
Pelaksana Tugas Jaksa Agung, Todd Blanche, menambahkan bahwa dakwaan lain, termasuk percobaan pembunuhan, sangat mungkin dilakukan seiring penyelidikan yang masih berlangsung.
Kronologi Kejadian
Menurut pihak berwenang, tersangka melepaskan tembakan menggunakan shotgun ke arah agen Secret Service di titik pemeriksaan di dalam hotel sebelum akhirnya diringkus.
Cuplikan video yang diunggah Trump secara daring menunjukkan tersangka berlari melalui lorong di luar ballroom.
Pejabat AS menyatakan tersangka berhasil dilumpuhkan tepat di dalam parameter keamanan dan memuji tindakan penegak hukum sebagai sebuah keberhasilan.
Namun, insiden ini kembali membangkitkan kekhawatiran atas keselamatan Trump, yang sebelumnya sempat selamat dari dua upaya pembunuhan selama kampanye kepresidenan 2024.
Agen Secret Service yang tertembak dilaporkan selamat karena rompi taktis yang digunakannya mampu menahan peluru.
Sosok Agen yang menjadi korban penembakan tersebut juga telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit beberapa jam setelah kejadian.
Mantan Dosen Pelaku Mengaku Terkejut
Baca juga: Viral Bos UFC Santai saat Penembakan Trump, Dana White: Ini Momen Keren!
Kabar keterlibatan Cole Tomas Allen dalam aksi nekat ini mengejutkan orang-orang di masa lalunya.
Satu di antaranya adalah sosok Bin Tang, seorang profesor di Departemen Ilmu Komputer Universitas Negeri California.
Sosok dosen yang pernah mengajar sang pelaku ini mengaku sangat terkejut karena mengenal Allen sebagai sosok yang sopan.
“Dia memang murid yang sangat baik, selalu duduk di baris pertama kelas saya, memperhatikan, datang ke jam kantor saya, dan sering mengirimi saya email berisi pertanyaan tentang tugas kuliah,” ujar Tang kepada KNBC.
“Saya sangat terkejut melihat berita itu,” tambahnya.
Hingga saat ini, motif pasti dari sosok pelaku masih didalami oleh pihak kepolisian federal.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan