5 Populer Internasional: Rusia Jual 22 Ton Emas - Kata Analis soal Target Perang Iran Sebenarnya
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Rusia menjual 22 ton emas sejak awal 2026 untuk menutup defisit anggaran.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Rusia menjual 22 ton emas sejak awal 2026 untuk menutup defisit anggaran, sehingga cadangan emasnya turun signifikan.
- Di Amerika Serikat, penembakan di jamuan makan malam Gedung Putih menargetkan Presiden Trump dan pejabat tinggi lain, dengan tersangka Cole Tomas Allen ditangkap.
- Analis menilai konflik Iran-AS bukan hanya soal Iran, tetapi juga terkait upaya melemahkan posisi strategis China.
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah isu internasional menjadi perhatian utama dalam 24 jam terakhir.
Bank Sentral Rusia menjual sekitar 22 ton emas sejak awal 2026. Penjualan dilakukan untuk menutup defisit anggaran negara.
Sementara itu, analis menilai konflik Iran dan Amerika Serikat berkaitan dengan kepentingan China.
Selengkapnya, berikut berita populer Tribunnews di kanal internasional.
1. Terlilit Perang, Rusia Jual 22 Ton Emas Sepanjang Tahun 2026
Bank Sentral Rusia telah menjual sekitar 22 ton emas sejak awal tahun 2026.
Cadangan emas Rusia turun menjadi 2.304,76 ton per 1 April tahun ini, termasuk penurunan 6,22 ton hanya dalam bulan Maret, lapor Kitco News, mengutip bank sentral negara tersebut.
Data Dewan Emas Dunia menunjukkan bahwa Rusia menjual sekitar 15 ton emas dalam dua bulan pertama tahun ini.
Bank Sentral menjual 300.000 ons troy emas pada Januari dan 200.000 ons troy lagi pada Februari, menurut laporan The Moscow Times pada Maret 2026.
Sebagai informasi, troy ounce adalah satuan berat khusus yang digunakan untuk menimbang logam mulia seperti emas, perak, platinum, dan paladium.
Satu troy ounce setara dengan 31,103 gram, lebih berat dibandingkan ounce biasa (28,349 gram).
Disebutkan bahwa hingga saat itu, Kementerian Keuangan Rusia menjual emas batangan kepada Bank Sentral.
Namun, penjualan tersebut menunjukkan bahwa logam mulia itu juga dijual di pasar terbuka.
Mengapa Rusia Menjual Emas?
Rusia memiliki cadangan emas terbesar kelima di dunia, mengutip Trading Economics.
Rusia memperluas cadangan emasnya terutama antara tahun 2002 dan 2025, dengan membeli lebih dari 1.900 ton selama periode tersebut.
Namun, pembelian bersih telah melambat sejak 2020 menjadi sekitar 55,4 ton, kata analis Finam, Nikolay Dudchenko, seperti dikutip oleh UNITED24 Media.
Bank Sentral Rusia telah memperdagangkan emas di pasar domestik sejak tahun lalu.
Menurut Bursa Efek Moskow, volume perdagangan emas pada Maret 2026 melonjak 3,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 42,6 ton.
Dari segi nilai, volumenya meningkat lima kali lipat menjadi 534,4 miliar rubel dibandingkan tahun sebelumnya.
2. Mengapa JD Vance Diselamatkan Lebih Dulu Daripada Trump Saat Terjadi Penembakan?
Jamuan makan malam tahunan wartawan Gedung Putih dilanda kepanikan setelah terdengar suara tembakan di ballroom Washington Hilton Hotel pada Sabtu (25/4/2026) waktu setempat.
Acara itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi AS diantaranya Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, Ketua DPR Mike Johnson, Direktur FBI Kash Patel, dan sejumlah pejabat tinggi AS lainnya.
Saat kejadian tampak JD Vance lebih dulu diselamatkan oleh Paspampres AS atau Secret Service.
Salah satu pengguna X, Christopher Greene, memposting rekaman tersebut dengan pesan, “AGEN DINAS RAHASIA SEGERA MENGELUARKAN JD VANCE DARI BAHAYA SEBELUM TRUMP !!!”
Postingan lain mempertanyakan apakah Dinas Rahasia telah memprioritaskan Vance.
Fakta-fakta
Acara tahun wartawan yang bertugas di Gedung Putih ini menjadi sorotan karena ini adalah pertama kalinya Donald Trump menghadiri makan malam tersebut sejak ia menjadi presiden.
Selain pejabat teras AS, acara itu juga dihadiri politisi terkemuka, diplomat, dan jurnalis.
Tersangka pelaku penembakan yang diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, 31 tahun, dari Torrance California, diduga memiliki dua senjata api dan pisau serta menerobos pos pemeriksaan Secret Service di luar ruang dansa.
Suara tembakan terdengar pada pukul 20.34, meskipun suaranya tidak terlalu nyaring di podium tempat Trump duduk.
3. Manifesto Cole Tomas Allen, Tersangka Penembakan di Acara Donald Trump
Cole Tomas Allen ditangkap setelah penembakan di acara jamuan makan malam wartawan Gedung Putih di Ballroom Washington Hilton Hotel, Washington DC, Amerika Serikat (AS), Sabtu (25/4/2026).
Acara White House Correspondents' Dinner di Washington yang dihadiri Presiden AS Donald Trump itu berakhir tragis.
Cole Tomas Allen (31 tahun) ditangkap tak lama setelah terjadi penembakan.
Para penyelidik mengatakan bahwa ia bermaksud menargetkan para pejabat pemerintahan Trump, termasuk Presiden Donald Trump.
Selain presiden, acara itu juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi AS diantaranya Wakil Presiden JD Vance, Ketua DPR Mike Johnson, dan Direktur FBI Kash Patel.
Dia telah mengirimkan manifesto panjang kepada anggota keluarganya beberapa menit sebelum serangan, yang menguraikan niatnya dan menyebut dirinya sebagai "Pembunuh Federal yang Ramah."
Dalam sebuah wawancara di acara Meet the Press NBC, Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS Todd Blanche mengatakan bahwa temuan awal menunjukkan tersangka menargetkan pejabat pemerintahan, termasuk Presiden Donald Trump.
New York Post menerbitkan teks lengkap manifesto Cole Tomas Allen.
4. Netanyahu Kirim Iron Dome, Israel Turun Tangan Lindungi UEA dari Serangan Rudal Iran
Peta kekuatan militer di kawasan Teluk resmi bergeser secara fundamental setelah Israel untuk pertama kalinya mengerahkan baterai pertahanan udara Iron Dome beserta personel militer IDF ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA).
Langkah ini menandai integrasi militer terdalam dalam sejarah Kesepakatan Abraham, mengubah normalisasi diplomatik menjadi aliansi perang fungsional untuk membendung gempuran rudal dan drone Iran.
Pengerahan rahasia ini terjadi di tengah berkecamuknya perang regional tahun 2026 yang melibatkan Israel dan Iran.
Dikutip dari Axios, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara pribadi memerintahkan pengiriman sistem tersebut setelah melakukan komunikasi telepon langsung dengan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).
Bagi para analis geopolitik, pengerahan ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan pergeseran doktrin pertahanan Israel dari homeland defense (pertahanan dalam negeri) menjadi regional defensive projection.
Israel kini secara terbuka memposisikan garis pertahanannya ratusan kilometer ke arah timur, tepat di jantung beranda Iran.
"Dukungan di medan tempur, bukan sekadar diplomasi di atas kertas, kini menjadi penentu loyalitas strategis di kawasan Teluk," ungkap seorang pejabat senior Emirat, merujuk pada bantuan militer langsung tersebut sebagai momen yang mengubah cara pandang UEA terhadap sekutu-sekutunya.
Struktur pertahanan udara baru ini terbentuk akibat tekanan luar biasa dari kampanye militer Iran. Dalam perang yang disebut beberapa laporan sebagai "Operasi Roaring Lion" tersebut, UEA menjadi salah satu target utama dengan menerima gempuran sekitar 550 rudal balistik dan jelajah, serta lebih dari 2.200 drone.
5. Analis: Target Tersembunyi dari Perang Iran-AS Mungkin China
Saat AS dan Iran berupaya mencapai gencatan senjata, salah satu pertanyaan terbesar yang membayangi konflik ini mungkin bukan tentang Iran saja, melainkan tentang China, menurut analis.
Mengutip Forbes, pada 20 April, pemimpin China Xi Jinping secara terbuka menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz, sebagai tanda bahwa Beijing mengamati peristiwa tersebut dengan cermat.
Zineb Riboua, seorang peneliti di Hudson Institute yang mengkhususkan diri dalam pengaruh China di Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan dalam sebuah podcast Iran International pada 25 April bahwa signifikansi yang lebih luas dari serangan AS-Israel ke Iran mungkin terletak pada pelemahan posisi strategis China.
“Saya termasuk dalam kelompok yang berpikir bahwa ini tentang melemahkan China,” kata Riboua.
“Saya rasa pemerintah tidak mengatakannya seperti itu, tetapi saya pikir ini sangat penting.”
Selama berminggu-minggu, China menghindari komentar publik langsung tentang krisis Hormuz, meskipun sangat bergantung pada aliran energi dari Teluk Persia.
Riboua mengatakan, pernyataan Xi Jinping mencerminkan kecemasan China dan mungkin juga mengungkap keterbatasan pengaruh China terhadap Iran.
Riboua menambahkan bahwa intervensi Xi Jinping menunjukkan AS mungkin sedang mengubah status quo yang sebelumnya menguntungkan China.
Ia juga menambahkan bahwa China tetap bergantung pada kehadiran AS di Selat Hormuz dan mungkin tidak memiliki pengaruh yang cukup untuk menekan Iran secara langsung.
(Tribunnews.com)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.