Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Drone Rusia Hantam Odesa, 14 Orang Terluka, Zelensky Ungkap Rusia Lepas 1.900 Drone

Drone Rusia hantam Odesa sebelum fajar, lukai 14 orang. Serangan balasan Ukraina juga tewaskan dua lansia di Kherson yang diduduki Rusia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Mereka juga diduga melakukan spionase terhadap militer Yunani.

“Kita menyaksikan kejahatan hibrida terhadap negara-negara Uni Eropa, keamanan nasional mereka, dan orang-orang yang bertindak untuk mendukung Ukraina,” kata Briginas.

Kementerian Pertahanan Rusia belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.

Moskow selama ini terus membantah keterlibatan dalam operasi sabotase maupun serangan pembakaran di negara-negara pendukung Ukraina.

Namun, beberapa negara seperti Inggris telah berhasil melakukan penuntutan terhadap pelaku yang mengaku bekerja untuk pihak yang dibayar dari Rusia.

Baca juga: Perang Ukraina Memanas! Kim Jong Un Perkuat Dukungan untuk Putin, Kyiv Serang Kilang Minyak Rusia

Lithuania sebelumnya juga menuding GRU berada di balik ledakan paket di Eropa dan upaya pembakaran di toko Ikea serta pabrik pemasok alat militer untuk Ukraina.

Ukraina Protes Israel soal Gandum Curian Rusia

Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga memanggil duta besar Israel untuk memprotes pengiriman gandum yang diduga berasal dari wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.

Rekomendasi Untuk Anda

Reuters melaporkan, gandum tersebut dikirim ke pelabuhan Haifa, Israel, melalui kapal Rusia.

Ukraina sebelumnya telah memberi tahu Israel pada April bahwa pengiriman tersebut berisi gandum curian dari wilayah pendudukan Rusia.

Dikutip The Guardian, Sybiga mengatakan Ukraina kecewa atas minimnya respons dari Israel.

“Sulit untuk memahami kurangnya tanggapan yang tepat dari Israel,” kata Sybiga.

Ia menegaskan Ukraina kembali memperingatkan Israel agar tidak menerima gandum curian tersebut.

Menurutnya, langkah itu dapat merusak hubungan bilateral kedua negara.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar merespons pernyataan tersebut dan mengatakan masalah itu akan diperiksa lebih lanjut.

“Israel adalah negara yang menjunjung tinggi supremasi hukum,” ujar Saar.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas