Drone Rusia Hantam Odesa, 14 Orang Terluka, Zelensky Ungkap Rusia Lepas 1.900 Drone
Drone Rusia hantam Odesa sebelum fajar, lukai 14 orang. Serangan balasan Ukraina juga tewaskan dua lansia di Kherson yang diduduki Rusia.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.525 pada Selasa (28/4/2026).
Laporan terbaru menyebut drone Rusia hantam Odesa sebelum fajar dan melukai 14 orang, termasuk dua anak-anak.
Serangan balasan Ukraina juga menewaskan dua lansia di Kherson yang diduduki Rusia.
Invasi Rusia ke Ukraina berawal dari serangan besar pada 24 Februari 2022 atas perintah Presiden Vladimir Putin, setelah ketegangan yang telah meningkat sejak aneksasi Krimea pada 2014 dan konflik di Donbas.
Situasi semakin kompleks ketika Ukraina memperkuat orientasi ke Barat, termasuk NATO dan Uni Eropa, yang dianggap Rusia sebagai ancaman strategis.
Sementara itu, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat terus menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia sekaligus mengalirkan dukungan militer untuk Kyiv.
Hingga kini, perang belum menunjukkan tanda berakhir karena sengketa wilayah dan kepentingan geopolitik kedua pihak masih buntu.
Selengkapnya, berikut ini rangkuman peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1.525, Selasa (28/4/2026):
Baca juga: Korea Utara Bangun Museum Peringatan untuk Tentara yang Tewas dalam Perang Rusia-Ukraina
Lithuania Bongkar Jaringan Pembunuh Bayaran Rusia
Pihak berwenang Lithuania mendakwa 13 orang atas dua percobaan pembunuhan di Vilnius yang diduga terkait dengan badan intelijen militer Rusia, GRU.
Reuters melaporkan, kelompok tersebut disebut juga terhubung dengan upaya pembunuhan terhadap seorang jurnalis Ukraina dan seorang pejabat intelijen Ukraina.
Kepala Kepolisian Lithuania Saulius Briginas mengatakan para tersangka bertindak untuk kepentingan GRU Rusia.
Beberapa tersangka ditangkap di Lithuania pada Maret lalu.
Mereka didakwa berupaya membunuh seorang warga Lithuania yang dikenal sebagai aktivis dan penggalang dana untuk Ukraina.
Target lainnya adalah seorang warga negara Rusia yang merupakan pembangkang sekaligus aktivis hak minoritas Bashkir.
Polisi juga meyakini kelompok yang sama berada di balik serangan pembakaran terhadap peralatan militer yang akan dikirim ke Ukraina di Bulgaria.
Mereka juga diduga melakukan spionase terhadap militer Yunani.
“Kita menyaksikan kejahatan hibrida terhadap negara-negara Uni Eropa, keamanan nasional mereka, dan orang-orang yang bertindak untuk mendukung Ukraina,” kata Briginas.
Kementerian Pertahanan Rusia belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.
Moskow selama ini terus membantah keterlibatan dalam operasi sabotase maupun serangan pembakaran di negara-negara pendukung Ukraina.
Namun, beberapa negara seperti Inggris telah berhasil melakukan penuntutan terhadap pelaku yang mengaku bekerja untuk pihak yang dibayar dari Rusia.
Baca juga: Perang Ukraina Memanas! Kim Jong Un Perkuat Dukungan untuk Putin, Kyiv Serang Kilang Minyak Rusia
Lithuania sebelumnya juga menuding GRU berada di balik ledakan paket di Eropa dan upaya pembakaran di toko Ikea serta pabrik pemasok alat militer untuk Ukraina.
Ukraina Protes Israel soal Gandum Curian Rusia
Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga memanggil duta besar Israel untuk memprotes pengiriman gandum yang diduga berasal dari wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.
Reuters melaporkan, gandum tersebut dikirim ke pelabuhan Haifa, Israel, melalui kapal Rusia.
Ukraina sebelumnya telah memberi tahu Israel pada April bahwa pengiriman tersebut berisi gandum curian dari wilayah pendudukan Rusia.
Dikutip The Guardian, Sybiga mengatakan Ukraina kecewa atas minimnya respons dari Israel.
“Sulit untuk memahami kurangnya tanggapan yang tepat dari Israel,” kata Sybiga.
Ia menegaskan Ukraina kembali memperingatkan Israel agar tidak menerima gandum curian tersebut.
Menurutnya, langkah itu dapat merusak hubungan bilateral kedua negara.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar merespons pernyataan tersebut dan mengatakan masalah itu akan diperiksa lebih lanjut.
“Israel adalah negara yang menjunjung tinggi supremasi hukum,” ujar Saar.
Uni Eropa pada 2024 menyatakan terdapat bukti bahwa Rusia secara ilegal mengambil sejumlah besar sereal dan biji-bijian dari wilayah Ukraina yang didudukinya.
Produk tersebut kemudian dikirim ke pasar ekspor sebagai barang yang diklaim berasal dari Rusia.
Drone Rusia Hantam Odesa, 14 Orang Terluka
Serangan drone Rusia sebelum fajar menghantam kota Odesa di Ukraina selatan dan melukai sedikitnya 14 orang, termasuk dua anak-anak.
Pihak berwenang Ukraina mengatakan serangan itu menyasar kawasan sipil dan permukiman warga.
Serangan tersebut menjadi bagian dari gelombang serangan terbaru Rusia terhadap wilayah sipil Ukraina.
Di sisi lain, serangan drone Ukraina juga dilaporkan menewaskan dua orang di wilayah Kherson selatan yang saat ini diduduki Rusia.
Gubernur yang ditunjuk Moskow, Vladimir Saldo, mengatakan korban merupakan seorang pria dan seorang wanita berusia 70-an.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Kian Membara: Korban Jiwa di Sumy, Kilang Minyak Moskow Kena Bom
Keduanya tewas di desa Dnipriany.
Serangan saling balas ini kembali menunjukkan eskalasi konflik yang terus meluas di kedua wilayah.
Odesa Diserang, Zelensky Ungkap Rusia Lepas 1.900 Drone
Drone Rusia menghantam kawasan permukiman dan infrastruktur sipil di Odesa, Ukraina selatan, pada Senin.
Kepala administrasi kota Serhii Lysak mengatakan serangan itu menyasar area padat penduduk.
Oleh Kiper, kepala administrasi militer regional, menyebut lima orang terluka harus dirawat di rumah sakit.
Sebagian besar korban mengalami luka akibat pecahan peluru.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan intensitas serangan Rusia terus meningkat tajam.
Dalam sepekan terakhir, Rusia disebut telah menembakkan sekitar 1.900 drone serang ke wilayah Ukraina.
Selain itu, hampir 1.400 bom udara berpemandu dan sekitar 60 rudal berbagai jenis juga diluncurkan.
Zelensky menilai serangan besar-besaran itu menunjukkan tekanan militer Moskow belum mereda.
Polandia Siapkan Armada Drone Hadapi Ancaman Rusia
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan pemerintahnya berencana membangun armada drone besar dengan bantuan Ukraina.
Langkah itu disebut sebagai bagian dari strategi pertahanan Polandia dan perlindungan seluruh Eropa.
Tusk menilai pengalaman Ukraina dalam perang modern sangat penting untuk pengembangan sistem pertahanan baru.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga mengumumkan peningkatan besar dalam produksi robot darat militer.
Baca juga: Prajurit Ukraina Kelaparan Parah, Muncul Foto-foto Tentara Infanteri Kurus Kering: Minum Air Hujan
Robot tersebut dapat mengirim pasokan logistik, mengevakuasi tentara yang terluka, hingga menembakkan senjata otomatis.
Kyiv telah memesan 25.000 robot darat untuk tahun ini.
Jumlah itu meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2025.
Zelensky mengatakan angka tersebut masih akan terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan perang.
Ukraina Serang Kilang Rusia, NATO Tambah Dukungan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut negaranya menerima sejumlah kabar baik dari mitra Barat dalam beberapa pekan terakhir.
Ia mengatakan negara-negara NATO, kecuali Amerika Serikat, telah membantu pengaturan keuangan untuk membeli senjata buatan AS.
Uni Eropa juga menyetujui pinjaman sebesar 90 miliar euro atau sekitar 106 miliar dolar AS untuk Ukraina.
Selain itu, Brussel disebut bersiap memberlakukan sanksi baru terhadap Moskow.
Di tengah dukungan tersebut, Ukraina terus melancarkan serangan terhadap terminal dan kilang minyak jauh di dalam wilayah Rusia.
Serangan dilakukan menggunakan drone dan rudal jarak jauh.
Target utama Kyiv adalah mengganggu ekonomi Rusia dan menekan kemampuan logistik perang Moskow.
Institute for the Study of War yang berbasis di Washington mengatakan pihaknya menemukan bukti setidaknya 10 serangan terhadap infrastruktur minyak dan gas Rusia dalam dua minggu terakhir.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.