Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sidang Kasus Teror Konser Taylor Swift Dibuka, Tersangka Diduga Rencanakan Bom Pecahan Peluru

Sidang teror konser Taylor Swift resmi dimulai di Austria setelah tersangka diduga menyiapkan bom pecahan peluru untuk serangan massal.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Ringkasan Berita:
  • Tersangka utama didakwa merencanakan serangan terhadap konser Taylor Swift di Wina pada Agustus 2024.
  • Jaksa menyebut, pria berusia 21 tahun itu terhubung dengan ISIS dan mencoba membuat bom menggunakan bahan peledak TATP.
  • CIA disebut membantu menggagalkan rencana tersebut sebelum konser yang diperkirakan dihadiri 195.000 penonton.

 

TRIBUNNEWS.COM - Sidang kasus teror yang menargetkan konser Taylor Swift resmi dimulai di Austria.

BBC melaporkan, seorang pria Austria berusia 21 tahun bernama Beran A didakwa karena diduga merencanakan serangan terhadap konser The Eras Tour di Wina pada Agustus 2024.

Tersangka ditangkap sehari sebelum konser pertama digelar, setelah badan intelijen AS, CIA, memberikan informasi soal ancaman serangan.

Akibatnya, tiga konser Taylor Swift di Stadion Ernst Happel, Wina, dibatalkan meski seluruh tiket sudah terjual habis.

Lebih dari 195.000 penggemar diperkirakan akan hadir dalam rangkaian konser tersebut.

Ribuan Swifties yang kecewa akhirnya memadati jalanan Wina, bernyanyi bersama dan saling bertukar friendship bracelet khas konser Taylor Swift.

Jaksa Ungkap Dugaan Bom Pecahan Peluru

Rekomendasi Untuk Anda

Jaksa menyebut, Beran A mempelajari cara membuat bom pecahan peluru melalui internet menggunakan bahan peledak triacetone triperoxide atau TATP.

Baca juga: Jokowi Bongkar Penyebab Indonesia Kalah dari Singapura Hingga Tak Mampu Gelar Konser Taylor Swift

Menurut penyidik, jenis bom itu identik dengan metode serangan ISIS.

Ia juga didakwa menyatakan kesetiaan kepada kelompok Negara Islam, menyebarkan propaganda online, hingga mencoba membeli senjata api dan granat tangan secara ilegal.

BBC menyebut, jaksa menilai tersangka juga mendapat pelatihan dari anggota ISIS lain terkait penggunaan bahan peledak.

Pengacara Beran A, Anna Mair, mengatakan kliennya akan mengaku bersalah sebagian dalam persidangan tersebut.

Tersangka Lain Ikut Diseret

Selain Beran A, pria lain bernama Arda K. juga menjalani persidangan karena diduga menjadi bagian dari sel ISIS yang sama.

Keduanya dituduh turut merencanakan serangan lain di Mekah, Istanbul, dan Dubai.

Jika terbukti bersalah, mereka terancam hukuman hingga 20 tahun penjara.

Persidangan diperkirakan berlangsung hingga akhir Mei.

Taylor Swift: Lebih Baik Kehilangan Konser daripada Nyawa

Dalam dokumenter terbaru tentang The Eras Tour, Taylor Swift mengungkap konser di Wina nyaris berubah menjadi “situasi pembantaian.”

Ia mengetahui ancaman bom itu saat sedang berada di pesawat menuju Austria.

Baca juga: Perputaran Ekonomi Konser Taylor Swift Tembus Ratusan Triliun, Anggota DPR Beri PR ke Menparekraf

Menurutnya, setelah 20 tahun tampil di panggung, rasa takut terbesar adalah jika sesuatu terjadi pada para penggemarnya.

Dalam unggahan media sosial usai pembatalan konser, Taylor Swift menulis bahwa ia sangat kecewa, tetapi tetap bersyukur.

“Kami berduka atas konser yang dibatalkan, bukan atas nyawa yang hilang,” tulisnya.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas