Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kanselir Jerman Ejek AS telah Dipermalukan Iran, Teheran: Fakta yang Diakui Barat

Kepala Kehakiman Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei mengamini kritikan dari Kanselir Jerman, Friedrich Merz yang menyebut AS dipermalukan Iran.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Kanselir Jerman, Friedrich Merz menyebut AS tidak memiliki strategi negosiasi yang koheren dan sedang "dipermalukan" oleh Iran.
  • Pernyataan Merz ini langsung mendapatkan respons dari Kepala Kehakiman Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei.
  • Ejei menyebut pengakuan tersebut merupakan momen langka, di mana pemimpin besar Eropa berbicara jujur mengenai realitas politik di Timur Tengah.

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Kehakiman Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei menanggapi pernyataan Kanselir Jerman Friedrich Merz soal Amerika Serikat (AS) yang telah dipermalukan oleh Teheran.

Friedrich Merz mengatakan, AS tidak memiliki strategi negosiasi yang koheren dan sedang "dipermalukan" oleh Iran.

Merz menyampaikan pernyataan tersebut ketika Selat Hormuz masih ditutup untuk sebagian besar pelayaran, sehingga mendorong kenaikan harga energi global.

"Jelas sekali bahwa Iran lebih kuat dari yang diperkirakan, dan Amerika Serikat pun jelas tidak memiliki strategi yang benar-benar meyakinkan dalam negosiasi," kata Merz.

Menanggapi pernyataan Merz, Ejei menyebut bahwa pengakuan tersebut merupakan momen langka.

Di mana, lanjut Ejei, pemimpin besar Eropa berbicara jujur mengenai realitas politik di Timur Tengah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kanselir Jerman dengan tepat mengakui bagaimana AS telah dipermalukan oleh Iran. Ini bukan sekadar klaim kami, tapi fakta yang akhirnya diakui oleh pihak Barat sendiri," ujar Ejei sebagaimana dikutip dari WANA News Agency.

Menurut Ejei, pernyataan Merz mencerminkan kegagalan total kebijakan "tekanan maksimum" yang selama ini diagungkan oleh Gedung Putih.

Meski dihujani sanksi ekonomi dan isolasi diplomatik, Iran dinilai justru semakin menunjukkan taringnya sebagai kekuatan utama di kawasan Asia Barat.

Ia menambahkan bahwa ketahanan Iran saat ini adalah hasil dari konsistensi rakyat dalam menjaga kedaulatan negara.

"Kekuatan kami bukan untuk memicu perang, melainkan untuk memastikan tidak ada negara asing yang bisa mendikte masa depan bangsa ini," tegasnya.

Baca juga: 21 Jam Tanpa Hasil! Iran Mengadu ke Putin, Sebut AS Terlalu Banyak Mau

Komentar Ejei ini dianggap sebagai "kemenangan diplomatik" kecil bagi Teheran, yang terus berupaya mematahkan narasi Barat mengenai isolasi internasional terhadap mereka.

Bagi publik Iran, pengakuan dari Berlin ini menjadi pembenaran atas sikap keras mereka terhadap kebijakan luar negeri AS selama ini.

Ejekan Merz kepada AS

Sebelumnya, Merz menilai Washington telah melakukan kesalahan fatal dengan terjun ke medan perang tanpa memiliki strategi keluar yang jelas.

Merz memperingatkan bahwa sejarah kelam AS di Afghanistan dan Irak tampaknya kembali terulang.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas